JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Banyak anggota Komite Keempat DPR RI yang menyatakan penyesalan atas pemotongan anggaran oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Padahal, anggaran yang tersedia sebenarnya untuk kepentingan petani dan kepuasan mereka terhadap ketersediaan pangan agar dapat terisi dengan tepat. -Sebenarnya kami kecewa dengan pemotongan anggaran tersebut, karena di satu sisi pemotongan anggaran tersebut berdampak pada kehidupan banyak orang. Oleh karena itu, Sekretaris Pertanian harus menjelaskan kepada Presiden. Anggota Komite Keempat Suhadi Duka mengatakan pada rapat kerja gabungan yang diadakan pada Senin (4 Mei 2020) dengan Menteri Pertanian SyahruI Yasin Limpo: “Anggaran ini untuk memuaskan selera masyarakat.” Pemotongan anggaran harus dilakukan. Dalam koordinasi dan pembahasan rinci antara Kementerian Pertanian dan pemerintah, ia berharap pemotongan anggaran dapat ditinjau kembali untuk mencegah situasi yang tidak menguntungkan seperti krisis, misalnya Kementerian Pertanian memulihkan anggaran secara penuh untuk mendukung peningkatan anggaran. Kementerian saat ini sedang merumuskan rencana yang berguna dan layak untuk didukung. Umat ​​Muslim berkata: “Wisata pertanian. Untuk mengantisipasi kekeringan, Chokovi menyerukan dimulainya penyimpanan air di wilayah pertanian

Rencana tersebut bertujuan untuk menghilangkan pandangan negatif tentang dunia pertanian, terutama di kalangan pemuda, bahkan di tangan mereka, pembangunan pertanian. Padahal dapat berkembang dengan baik dan berada pada posisi terdepan.

Untuk itu, dalam proses pembangunan pertanian ke depan diperlukan keberadaan generasi muda, selain itu generasi muda aktif dalam melakukan inovasi, inovasi dan adaptabilitas. Anak muda agar bisa menunjukkan kemampuannya untuk berdaya saing di dunia internasional.

“Jika rencana ini terus berkembang, saya semakin optimis Kementerian Pertanian bisa menghasilkan 5,2 juta petani milenial yang handal dan inovatif, tapi Belum didukung oleh anggaran dan kerjasama semua perguruan tinggi di Indonesia. “Anggota DPR Andi Akmal Pasluddin mengatakan, tugas Kementerian Pertanian bukan hanya menjaga harga dan menyerap petani. Ia mengatakan tugas ini sebenarnya ada di Brog dan Kementerian Perdagangan. Di tangan petani ada masalah harga dan penyerapan. Petani selalu menyalahkan Kementerian Pertanian, meski penyerapannya adalah promosi penjualan, dan penetapan harga adalah urusan Kementerian Perdagangan, ”kata Andy.

Jadi, dengan sisa anggaran, Andy berharap bisa menekan angka tersebut, berharap Kementerian Pertanian terus fokus mendukung produksi dalam negeri agar bisa terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. . Langkah ini dilakukan agar dana yang tersedia terus membuahkan hasil yang positif. -Andy menambahkan, kerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait juga membutuhkan perhatian khusus untuk kelancaran proses pembangunan. Komunikasi harus lancar agar dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Baca: Bersamaan dengan itu, di 9 lokasi, Dinas Bea Cukai dan Karantina mengekspor total 28.000 ton hasil pertanian- “Jangan membebani masyarakat. Oleh karena itu yang terpenting adalah sinergi antar berbagai kementerian.” Entitas mungkin menjadi kunci untuk meningkatkan pengembangan pangan. Kami menyimpulkan bahwa kami berharap dapat menyelesaikan setiap masalah. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *