JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah mengajak serikat pekerja / serikat buruh (SP / SB) dan pengusaha yang bergerak di bidang industri pariwisata untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19 untuk menggalakkan dialog sosial. Situasi saat ini tidak menguntungkan bagi pemerintah, pengusaha dan pekerja.

Menaker Ida mengungkapkan bahwa pemerintah menyadari pariwisata merupakan industri yang paling terdampak wabah Covid-19. Kadisnaker mengidentifikasi para pekerja yang terkena dampak.

Baik memberhentikan karyawan atau memulangkan mereka sehingga rencana Kementerian Tenaga Kerja dapat dilaksanakan dengan benar. Identifikasi pekerja yang membutuhkan perencanaan Kementerian Tenaga Kerja. — Diperlukan data dan informasi agar solusi dapat ditemukan melalui rencana kerja pemerintah dalam waktu dekat.

“Yang dibutuhkan adalah kerja sama yang mengedepankan dialog untuk mencari solusi terbaik dan menghindari PHK. Tidak ada yang mau mewabahnya Covid-19. Ini bukan hanya masalah, termasuk pekerja, pengusaha dan pemerintah,” Menaker Ida Fauziyah di SP / Berbicara dalam telekonferensi antara SB Pariwisata dengan Perhimpunan Industri Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Lokasinya di Jakarta pada hari Senin, 23 23, 2020.

Selain mendukung kebijakan moneter dan fiskal yang diusulkan Presiden Jokowi, pihak Menaker Ida saat ini tengah mengintegrasikan (realokasi) anggaran Kementerian Keuangan untuk berbagai rencana. Dapat digunakan untuk mengatasi dampak Covid-19. -Program ini meliputi pelatihan BLK primer, kartu pra-kerja dan insentif, program padat karya, wirausaha (TKM), teknologi tepat guna (TTG), pelatihan kejuruan, dll.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *