TRIBUNNEWS.COM-Dalam pandemi COVID-19 yang melanda KUMKM, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memprakarsai program pembelian sembako dari koperasi untuk digunakan aparat pemerintah di lingkungannya. Kampanye tersebut bertujuan untuk mendukung pemberdayaan koperasi selama pandemi COVID-19. — Victoria Simanungkalit, Anggota Bagian Produksi dan Penjualan Koperasi dan UKM, mengatakan saat ini banyak koperasi yang salah satunya bergerak di bidang beras dan terjadi kelebihan pasokan. Agar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dapat bertindak aktif sebagai otoritas yang berwenang untuk memperluas pemasaran produk koperasi.

“Kami berharap dapat mendorong koperasi dan ASN Kementerian Usaha Kecil dan Menengah untuk memimpin dalam menyerap” produk dari koperasi dan membantu koperasi menjual produk manufakturnya. Kata Victoria di Jakarta, Kamis (9 April 2020).

Victoria mengatakan melalui program ini diharapkan seluruh ASN kementerian lain bahkan pegawai BUMN bisa ikut serta dalam penyerapan produk KUKM, sehingga bisa menjadi produk KUKM. “Brand Spokesperson”. — Rencananya juga melewati implementasi PSBB (pembatasan sosial skala besar) yang akan diberlakukan di DKI Jakarta pada Jumat, 10 April 2020. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM telah mengambil langkah-langkah strategis. Upaya menjaga distribusi sembako sekaligus menggalakkan transportasi online (ojek online). Sebagai pilot project tahap pertama akan difokuskan pada produk beras yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 10 April 2020. – -Sebuah drop point telah disiapkan di area Kementerian Koperasi dan Konstruksi dan Central Plains Agung. Karyawan / ASN dapat mengambil barang yang dibeli di lokasi drop-off yang dijadwalkan, atau dapat menggunakan layanan ojek online untuk mengirimkannya ke rumah masing-masing. – — Di setiap lokasi drop-off, akan ada penanggung jawab yang bertanggung jawab atas pembayaran pesanan dan kuitansi karyawan (konsumen) di cluster masing-masing, serta penggunaan sepeda motor untuk mengirimkan barang ke kediaman masing-masing karyawan secara online .

Gelombang pertama dibuka pada 7 April 2020 dan ditutup pada Rabu. Victoria menjelaskan pada 8 April 2020 berhasil dipesan tidak hanya dari pegawai Kementerian Koperasi dan UKM saja, tetapi juga dari Kementerian Desa dan PDT, Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas. 2.9 ton beras kualitas tinggi. Beras kualitas tinggi berasal dari Koperasi Tani Mulus di Kabupaten Indramayu, di bawah kepemimpinan Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah, harganya 11.000 rupiah per kilogram, termasuk bobot paket tiga, yaitu 5 kg, 10 kg dan 20 kg.

Program ini berlaku mulai 11 November 2019 sampai dengan 9 Desember 2019, sesuai dengan kewenangan koperasi dan usaha kecil dan menengah untuk membeli pangan dari Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kapabilitas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Arahan tersebut menekankan pada tiga hal utama yaitu berbagai kementerian / lembaga dapat memprioritaskan pembelian produk UMKM (termasuk koperasi) dalam pembelian barang oleh masing-masing kementerian / lembaga. Kedua, Menteri BUMN dapat mendorong BUMN untuk berperan aktif memberdayakan ketiga pimpinan UMKM (termasuk koperasi) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (LKPP) untuk menyiapkan produk UMKM (termasuk koperasi) untuk masuk ke katalog elektronik .— -Mulus Muhaimin, Manajer Pengurus Koperasi Tani, menyambut baik rencana tersebut dan berharap rencana tersebut terus berjalan ke depan. ASN / karyawan / masyarakat tidak hanya produk beras, tetapi juga kebutuhan sembako lainnya. . (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *