TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah kebijakan yang cepat untuk mengurangi dampak wabah Covid-19 di sektor ketenagakerjaan.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk membangun kembali kondisi positif dan memperhatikan pasar tenaga kerja dan lembaga pasar tenaga kerja.

Inilah yang dikatakan Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah di Konferensi Regional Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Asia-Pasifik ketika dia sebenarnya panelis di Kantor Sumber Daya Manusia Jakarta, Kamis (2020/7/07). – Langkah pertama mengalokasikan US $ 46,6 miliar untuk pengelolaan Covid-19, termasuk US $ 17,2 miliar dalam bentuk stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha. .

Menaker Ida mengatakan: “Stimulus ekonomi bertujuan untuk mendorong para pelaku bisnis untuk melanjutkan kegiatan mereka. Untuk menghindari PHK pekerja.” Kebijakan kedua adalah memberikan rencana dalam bentuk insentif pajak, gratis Untuk membayar kembali pinjaman / kredit, dan dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan relaksasi kontribusi keselamatan untuk pekerjaan sosial untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja di sektor formal. Ia mengatakan: “Ketiga, menyediakan jaring pengaman sosial bagi pekerja di sektor informal. Pemerintah memberikan bantuan sosial kepada 70,5 juta pekerja miskin dan kurang mampu di sektor informal,” ujarnya. -Empat, berikan prioritas untuk memberikan insentif pelatihan bagi pekerja yang di-PHK melalui program kartu PHK. Pemerintah telah memberikan insentif pelatihan. Target tahun ini 35 hingga 5,6 juta penerima manfaat. Sejauh ini, 680.000 penerima manfaat telah selesai, sebagian besar adalah pekerja yang di-PHK.

“Mengingat pandemi, semua pelatihan dilakukan melalui metode online. Dalam waktu dekat, pelatihan profesional akan diselenggarakan menggunakan metode hybrid (online dan offline) untuk menyesuaikan dengan kondisi penyebaran Covid-19 dalam skala global. Menteri Sumber Daya Manusia Ida menyampaikan bahwa produksi tenaga kerja bertujuan untuk menyerap tenaga kerja, penerapan teknologi tepat guna (TTG), tenaga kerja mandiri (TKM) dan kewirausahaan. Kata Menaker Ida. Di saat yang sama, Menaker Ida mengatakan langkah ketujuh adalah untuk perusahaan. Memberikan pedoman / pedoman kepada pekerja.Terutama tentang perlindungan pekerja / buruh dan kelangsungan usaha, serta perlindungan pekerja saat penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh COVID-19. Selain itu, pekerja yang terkena pandemi COVID-19 harus diasuransikan dengan Jaminan Ganti Rugi Pekerja (JKK). ; Perencanaan keberlangsungan bisnis dalam menghadapi COVID-19; dan penyebaran Covid-19 di tempat kerja.

“Mendukung bisnis di Asia dan Pasifik serta melindungi pekerja” Sesi kedua acara Asia Pasifik mempertemukan internasional 180 peserta dari berbagai negara anggota ILO.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *