JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Peneliti di Universitas Indonesia (UI), Ryanto School of Economics and Business (LPEM), School of Economics and Business (UI), peneliti Ryanto menilai potensi pertumbuhan kuat arus ekspor pertanian, terutama untuk ekspor global Dalam situasi tersebut, pasar telah pulih dari pandemi Covid-19. Menurutnya, dinamika ini harus disiapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian).

“Nanti saat pasar ekspor pulih, saya sangat optimis nilai ekspor pertanian kita bisa semakin meningkat. Rianto mengatakan,“ Apalagi saat sektor lain lemah, sektor pertanian justru menunjukkan pertumbuhan positif. Kata Rijanto Kamis (4 Mei 2020). Produk lain di subsektor perkebunan, seperti beras, kopi, dan produk olahan PR. Peternakan. Ia mengatakan potensi besar. — -Tetapi, pandemi tersebut masih membuat ekspor kopi Indonesia tidak bisa diekspor ke banyak kafe dan restoran di Amerika Serikat dan Eropa, cenderung menurun. -Oleh karena itu, Riyanto terus mengatakan cara paling efektif adalah dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan Kelola hasil pertanian yang ada.

Selain itu, Indonesia merupakan negara tropis dengan banyak sinar matahari dan iklim yang baik. Iklim … Kondisi ini sangat mendukung kesuburan setiap tanaman yang ditanam.

“Oleh karena itu tingkatkan Ekspor pertanian lebih dari sekedar pujian. Kami akan terus bekerja sama dengan industri pengolahan hasil pertanian agar “lebih dari 30% ekspor. Diyakini jika sektor pertanian berkembang, Indonesia akan menjadi negara yang progresif,” ujarnya. Pertumbuhan sektor pertanian telah berhasil. Total volume ekspor Indonesia mencapai 53,95 miliar dolar AS, meningkat 0,44% (tahunan).

— Dari Januari hingga April, ekspor hasil pertanian juga mengalami peningkatan sebesar 15,15%, pencapaian ini lebih baik dari tahun sebelumnya (*).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *