Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Program Sistem Komando Strategis Teknologi Pertanian (Kostra Tani) yang diprakarsai oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah mulai menguat.

Kostra Tani adalah tingkat pusat kegiatan pembangunan pertanian di jalan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan fungsi Pusat Konsultasi Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Melalui Kostra Tani, BPP jalanan bertindak sebagai pusat data dan informasi, pusat olahraga pengembangan pertanian dan pusat pembelajaran, dan kegiatan mereka akan dihubungkan di pusat tersebut.

Menteri Pertahanan SYL mengungkapkan bahwa tujuan Kostra Tani adalah menjadikan jalan sebagai basis kendali, dan sistem siap memantau dan mengoptimalkan peran penyuluh di jalan sebagai ujung tombak dan garda depan pangan nasional. Keamanan.

“Pada tahun 2020, Singa akan memiliki lima BPP, yang akan menjadi Kostra Tani. Nantinya akan dilengkapi dengan peralatan komputer dan fasilitas komputer lainnya sehingga kegiatannya dapat dikontrol di pusat,” kata Syahrul Yasin. Limbo-Selama pandemi Covid-19, Kostra Tani juga akan digunakan untuk menyediakan stok makanan. Menteri Pertanian SYL mengatakan bahwa dengan pengembangan Kostra Tani, pertanian akan berkembang secara mandiri dan bahkan mengalami transformasi yang lebih modern. Katanya. Meski pandemi Covid-19, pertanian tidak berhenti. Bahkan dalam hal ini, peran Kostra Tani menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi dan ekspor pertanian berbasis komputer.- – “Kostratani ibarat menu lengkap, dari hulu sampai hilir, pertanian akan maju, mandiri dan modern. Apalagi saat ini mahkota serangan terhadap Kostra Tani atau cadangan pangan untuk Covid-19 semakin meningkat, ‚ÄĚkata Dedi.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *