TRIBUNNEWS.COM-Profesor Rully Indrawan, sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, menekankan bahwa partainya (pemerintah) harus mengeluarkan rencana untuk koperasi yang benar-benar dapat membantu anggotanya yang tidak dapat membayar kembali pinjaman mereka karena beberapa dari mereka memang terpengaruh. Dampak epidemi virus Covid-19. -Rencana program ini adalah yang pertama untuk melonggarkan bank dan LPDB KUMKM sebagai pinjaman koperasi. Kedua, program pinjaman khusus untuk koperasi yang menghadapi masalah likuiditas karena kebijakan longgar internal atau pelepasan kebijakan baru untuk membantu anggota yang usahanya terganggu karena bencana virus Covid. 19.

Ketiga, pembebasan pajak kerjasama. Profesor Larry mengeluarkan pernyataan di Jakarta pada hari Minggu (29/3), mengatakan: “Keempat, untuk mencegah kebijakan sepihak yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dari merusak kredibilitas dan keberlanjutan koperasi.”

Profesor Larry mengakui bahwa situasi saat ini tidak normal Ini tidak baik untuk siapa pun, termasuk pemerintah. Dia berkata: “Jangan pernah untung dari situasi ini.”

Profesor Rully menunjuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dengan pemilik dan pelanggan yang sama. Karena itu, ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kebijakan relaksasi atau penangguhan pembayaran ditentukan oleh mekanisme rapat keanggotaan. Profesor Rully berkata: “Anggota memutuskan apakah suatu kebijakan bermanfaat bagi koperasi.” Pada saat yang sama, manajer umum LPDB KUMKM Supomo menjelaskan bahwa partainya telah mulai menghitung atau mempelajari apa yang dikatakan Presiden Jokowi. Supomo mengatakan: “LPDB akan memperlakukan koperasi sebagai mitra bagi para tahanan. Misalnya, reorganisasi melibatkan masalah pembayaran yang tertunda.”

Untuk Supomo, LPDB dapat terus merefleksikan masalah tahanan berdasarkan masalah yang dihadapinya. OJK sudah selesai. “Jangan khawatir, kami sedang mempertimbangkannya dengan mitra kami. Untuk kondisi saat ini, tidak ada manfaat yang tidak akan berkurang. Intinya, LPDB bermaksud membuat mitra-mitranya lebih fleksibel,” pungkas Supomo. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *