TRIBUNNEWS.COM, KUPANG-Kementerian Perhubungan, melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim dan Tim Gabungan Cari dan Penyelamatan, secara resmi mengakhiri pencarian korban kecelakaan kapal laut KM Kasih pada hari Sabtu (11 November 2020) .25 pada hari Minggu pada tahun 2020. Selat Fukufu tenggelam. -Sampai Minggu (12 Desember 2020), sebanyak enam korban kecelakaan laut belum ditemukan. Operasi pencarian dan penyelamatan akan dibuka kembali jika tanda-tanda korban ditemukan.

Bacaan: Untuk meningkatkan keselamatan navigasi untuk kapal tradisional kecil, Kementerian Transportasi menggunakan teknologi informasi – seperti KSOP III, Kepala Kupon Aprianus Hangki (Aprianus Hangki) dapat terlibat dalam pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan agen pencarian dan penyelamatan potensial Dan keluarga para korban, Sabtu lalu (11 November 2020).

Hangki menjelaskan bahwa sebelum penutupan resmi, operasi pencarian dan penyelamatan terakhir dilakukan pada Sabtu pagi, 11 Juli 2020, pukul 6.30 pagi WITA, jika Kesyahbandaran dan Por menggunakan K Marine Corps NP 340 (KPLP) Kapal, dengan 9 anggota awak, adalah masyarakat klasifikasi Kelas III.

Baca: Kisah Indonesia tentang ABK di kapal Tiongkok yang dianiaya setiap hari karena masalah sepele

“Di tempat kecelakaan kapal, 6 orang digeledah. Mereka adalah kapal nelayan KM Kasih 25 yang tenggelam di Selat Pukufu NTT. Korban dikatakan belum ditemukan. “

Antareja 233 KN SAR juga membawa 13 (tiga belas) anggota awak, 7 penyelamat, 5 Tagana, 2 BPBD, dan 1 Bakamla Meninggalkan pelabuhan berlayar bersama keluarga korban untuk mencari di lokasi kecelakaan.

Selain itu, anggota pos peringatan Rote SAR di Kabupaten Rote Ndao juga mencari dan menyelamatkan 5 penyelamat Pos Siaga Rote, 5 Polair Rote, 11 Rote BPBD, 2 Rote Police Precinct, 1 Rote Police Precinct, Dua Ranal Roth, dua Babinsa Randu Lecco, seorang pemimpin distrik Randu Lecco, seorang pemimpin desa Randu Lecco dan dua belas penduduk. Mencari WITA sebelum 12:20, tetapi masih belum ada hasil atau masih belum ditemukan. , Kapal Antareja 233 dari KN SAR dan kapal KPLP dari KNP 340 kembali ke pelabuhan muat dan pelabuhan Tenau dalam keadaan aman dan andal.

Saya melihat perkembangan ini sekitar pukul 15.00 WITA mengadakan pertemuan terbatas dan menandatangani perjanjian dengan hasil operasi SAR untuk mencegah kecelakaan di kapal ikan KM Kasih 25. Kupang, Direktur Kantor Penelitian, dan Bantuan Badan SMC, KSOP III tingkat KSOP, Kepala Kepolisian Kabupaten NTT, BMKG, Biro Transportasi Provinsi NTT, Dinas Sosial Provinsi NTT, Kepala Desa Taboron .

Baca: Kemenhub memastikan intervensi dalam proses hukum yang melibatkan kasus-kasus obat-obatan hasil pertemuan para pilot Secara resmi diputuskan untuk menutup operasi pencarian dan penyelamatan kecelakaan kapal nelayan KM Kasih 25 di laut.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak yang terlibat dalam pencarian enam korban yang menenggelamkan kapal nelayan KM Kasih 25 di Selat Pukuafu NTT, yang telah dilakukan tujuh kali. Hari,” tutup Hangki. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *