Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dalam lima tahun dari 2015 hingga 2019, dana desa berhasil membangun ribuan infrastruktur dasar, terutama Posyandu dan Polindes di daerah pedesaan. Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Menteri Imigrasi Abdul Halim Iskandar mengungkapkan pembangunan Posyandu dalam pidatonya di Konferensi Kerja Kesehatan Nasional 2020, yang luas konstruksinya tidak kurang dari 30127 unit, tetapi tidak kurang Dalam 11599 unit. Di JIEkspo, Jakarta, Rabu (29 Januari, 2020).

Sekretaris Gas, panggilan akrabnya mengatakan bahwa pembangunan Posyandu dan Polindes adalah bentuk dukungan keuangan untuk desa, dengan tujuan meningkatkan kualitas perawatan medis di desa. Di masa depan, tidak hanya di bidang kesehatan, dana pedesaan juga akan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

Baca: Komunitas Desa Bincau, Distrik Martapura berterima kasih kepada Kota Sahbirin Noor

“Instruksi Presiden bahwa dana desa saat ini untuk pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi tidak akan lupa menjadikan infrastruktur sebagai prioritas mutlak. Dalam hal sumber daya manusia, kesehatan dan pendidikan hanya memiliki dua konten. Oleh karena itu, pengembangan Dana Desa Pousandu memiliki banyak prestasi, dan ada banyak orang dari Partai Sipil, “kata mantan presiden DRD Jawa. Gus, menteri Gus di wilayah timur, mengungkapkan bahwa Kementerian Urusan Pedesaan, Wilayah Rentan dan Imigrasi mengeluarkan peraturan menteri setiap tahun untuk menentukan prioritas penggunaan dana pedesaan. Tahun ini, Dana Pedesaan akan memprioritaskan masalah-masalah yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ekonomi. “” (dana desa) untuk pembangunan pagar tidak diotorisasi, dan konstruksi di kantor desa tidak diotorisasi. Namun, jika Anda membangun Posyandu, Polindes bisa, “katanya.

Menteri Gus mengatakan bahwa pelaksanaan dana desa membutuhkan partisipasi semua pihak sehingga mereka dapat beroperasi secara efektif.

Baca: dana daerah akan terus berlanjut Stabilitas, Chokovy: Jangan mengulangi kesalahan yang sama pada tahun 2020! Selain itu, Kementerian Desa, Daerah Miskin, dan Kementerian Imigrasi juga memberikan saran langsung ke desa-desa tentang prioritas menggunakan dana pedesaan. – “Misalnya, ada juga rencana diet untuk semua orang skala kecil. Yang ia butuhkan adalah bagaimana memonitor dana desa: “Misalnya, untuk membeli telur, berapa banyak balita yang membutuhkan telur, perlu susu, penting bahwa pengeluarannya tidak melebihi biaya efektif dan efektif,” katanya. -Dalam insiden ini, Menteri Gus juga menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

MOU terkait dengan kerja sama dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sektor kesehatan di daerah pedesaan miskin dan daerah imigrasi. (BJN *)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *