TRIBUNNEWS.COM – Pusat Informasi Maritim (Pusinfomar) TNI melakukan kunjungan kerja ke Kantor Administrasi Umum Transportasi Maritim (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan di Jakarta untuk mengoordinasikan dan berbagi informasi maritim Jakarta, waktu mulai 13 Juni hingga 6 Juni. kantor. -R Agus H. Purnomo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, diwawancarai langsung oleh Laksamana Pertama Angkatan Laut Indonesia, Laksamana Muda Andy Abdul Aziz dan personel Pusinformal. (KPLP) Ahmad berharap kedua belah pihak dapat berbagi informasi tentang kerja sama timbal balik sehingga mereka dapat memberikan manfaat bersama dan nilai tambah di masa depan.

“Saya harap kerja sama ini dapat berlanjut melalui forum diskusi ini sehingga kita dapat bekerja sama untuk negara ini,” kata Direktur Pelaksana Argus.

Pada kesempatan ini, Hengki Angkasawan, Direktur Departemen Navigasi, menjelaskan tugas dan tanggung jawab Departemen Navigasi, termasuk bagaimana mengatur saluran transportasi dan saluran navigasi di pelabuhan untuk navigasi yang aman.

“Kami juga bersiap untuk bertukar data dengan Pusat Informasi dan Informasi Angkatan Darat Indonesia, di mana kami dapat memantau data AIS, data VTS dan data pelacakan kapal melalui Pusat Komando Korps Marinir (MCC) atau database kapal, jadi Hengki mengatakan: “Kita dapat menggunakan informasi yang dimiliki setiap orang.

Selain itu, Hengki juga menjelaskan persiapan penerapan TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok.

Direktur KPLP Ahmad menjelaskan bahwa fungsinya dapat dicapai di sektor transportasi laut, pelaksanaan kepemimpinan dan pengawasan KPLP dan penegakan hukum, termasuk pengawasan dan dukungan personel dan armada patroli KPLP. “-Menurut Andy Abdul Aziz, Menteri Pertahanan Angkatan Darat Indonesia, penting bahwa lembaganya berkolaborasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk Administrasi Umum Hubla, jadi ini Pertemuan ini harus menjadi forum untuk berbagi dan mendapatkan kontribusi.

Selain itu, Wakil Sekretaris Angkatan Laut Infomar TNI Arif Badruddin menjelaskan pemantauan rezim air secara keseluruhan dan yurisdiksi nasional di Indonesia. Profil infomar, lingkungan strategis, pemantauan dan analisis infomar Pus TNI terkait dengan anomali kapal negara dimulai, perairan Indonesia dan tantangan masa depan.

– Dia berharap bahwa dia dapat membangun hubungan kerja sama dengan Hubla di masa depan, terutama di Pembagian informasi, pembaruan data izin masuk kapal asing yang memasuki pelabuhan Indonesia dan kerjasama dalam konfirmasi Data kapal yang diduga perilaku abnormal di perairan Indonesia

Setelah pertemuan, Pusinfomar TNI akan memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan di Provinsi Habra Peninjauan dilakukan oleh Naval Command Center (MCC) dari Kantor Kementerian Direktorat Jenderal, yang berlokasi di Karsa Lant, Gedung Jakarta 4. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *