JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah meminta pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri selama pandemi Covid-19 untuk menunda liburan mereka, kembali dan kembali ke negara asal mereka. Ketika dipaksa untuk kembali ke rumah, PMI harus mematuhi standar protokol kesehatan yang ditetapkan. “Untuk memutus rantai distribusi Covid-19, kami mendesak PMI untuk menunda pengembaliannya sampai dapat mengatasi wadah Corona. Kembalinya PMI dapat menargetkan PMI yang kontrak kerjanya telah berakhir, PMI yang visa kerjanya telah berakhir,, dan / atau pengusiran. PMI, ‚ÄĚkata Menaker Ida di Jakarta (10 Oktober 2020).

Menaker Ida mengungkapkan ini dengan menjadi sumber topik untuk diskusi online yang dilakukan oleh AKU Indonesia. Kebijakan penerapan dan perlindungan Pvid selama pandemi Covid-19 dan UU No. 18/2017 disahkan oleh konferensi video di Jakarta pada hari Minggu (10/5/2020) -T Binapenta sementara dan manajer umum PKK Aris Wahyudi dan manajer PPTKLN Eva Trisiana disertai , Menaker Ida menyatakan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia dari negara pemukiman kembali dan komisaris tenaga kerja untuk memastikan perlindungan IKM yang bekerja di luar negeri, termasuk pengguna / pengguna (pengusaha) dan agen penempatan, bagi mereka yang telah mengakhiri kontrak kerja mereka PMI dapat terus mendapatkan bantuan / kenyamanan tinggal di tempat tinggal / bertempat tinggal di negara tempat tinggal. Dia mengatakan: “Kami juga berkoordinasi untuk membuat SMI yang tidak dapat bekerja karena kebijakan alienasi fisik berfungsi normal, sehingga gaji selalu dibayar sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh negara pemukiman kembali.” Pemukiman kembali, agar tidak meninggalkan tempat tinggal dalam keadaan darurat, dan Kenakan topeng dan jauhi pusat keramaian.

“Kami mengoordinasikan langkah-langkah teknis dengan departemen tenaga kerja dari negara tujuan untuk meminta pengusaha untuk menghapus PMI dari pusat keramaian dan mengenakan topeng ketika meninggalkan kediaman.” Dia secara aktif menanggapi hotline layanan perlindungan WNI, termasuk PMI yang terhubung dengan Covid-19 . Ini termasuk mengirimkan pembaruan informasi tentang status. Persentase PMI di negara / wilayah penempatan (*).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *