TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Tenaga Kerja telah mengerahkan banyak pusat pelatihan kejuruan (BLK) sebagai pusat produksi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Alat pencegahan yang diproduksi meliputi masker, pembersih tangan, sabun, pakaian alat pelindung diri (APD), sabun cair yang disuntikkan ke dalam sistem dan ruang desinfeksi. — Pada tahap pertama pekerjaan, saya menghasilkan 180.875 masker wajah, 8.500 liter pembersih tangan, dan 2740 potong pakaian APD – semua alat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari BLK didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan Orang-orang, termasuk agen-agen TNI dan POLRI, staf rumah sakit dan Puskesmas, stasiun pemrosesan Covid-19 dan BNPB, pelari jalan dan Ojol, pasar dan pedagang kaki lima;

Barang-barang ini juga didistribusikan kepada para pejabat keamanan menteri , Instansi pemerintah daerah dan sektor swasta, masyarakat dan lingkungan sekitar BLK / BPP, orang percaya di tempat ibadah, asosiasi medis, dan tempat layanan publik dan masyarakat umum yang membutuhkan.

Menaker menjelaskan bahwa kebijakan produksi perangkat pencegahan ini diterapkan dalam kerangka rencana aksi Kementerian Tenaga Kerja. Rencana aksi adalah bentuk dukungan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tindakan tersebut melibatkan BLK pusat (UPTP), BLK pemerintah daerah (UPTD), komunitas BLK dan Pusat Pengembangan Produktivitas (BPP).

“Menteri mengatakan:” Kami terus secara aktif mengoptimalkan sumber daya pelatihan BLK pusat dan daerah, BLK masyarakat dan BPP. Sumber daya ini meliputi pakaian profesional, mekanisasi pertanian, pengelasan dan peningkatan produktivitas untuk menghasilkan alat untuk mencegah penyebaran Covid-19. . “Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah pada hari Selasa di Kantor Hubungan Masyarakat Kementerian Tenaga Kerja (7/4), Menaker merinci bahwa operasi produksi topeng melibatkan 15 UPK BLK, 129 BLK UPTD, dan 4 BLK komunitas. 21 BLK; BBPLK Medan (14 target BLK); BBPLK Bandung Bandung (12 target BLK); BBPLK Serang (13 target BLK); BBPLK Bekasi (15 BLK); Banda Aceh BLK (10 BLK) Target); Padang BLK (11 target BLK); Surakarta BLK (8 target BLK); Makassar BLK (17 BLK sekunder); BLK Samarinda (2 target BLK); BLK Banyuwangi; Sorong BLK (4 BLK sekunder) Ambon BLK (2 target BLK); Kendari BLK (3 target) target BLK), dll. BLK Ternate (1 BLK) .—— “Pada tahap pertama, 180.875 topeng diproduksi. Alat pencegahan Covid-19 diproduksi sesuai dengan standar kebersihan. Selama proses produksi, konsultasi diadakan dengan otoritas kesehatan terkait, “kata Medaker Ida. Pada saat yang sama, 8 BLK dan BPP pusat dialokasikan untuk produksi pembersih tangan. Mereka adalah BBPLK Medan, BBPLK Semarang, Makassar BLK., Banda Aceh, Kendari, Lembang, Padang dan Kendari BPP.

“Delapan BLK ini dan BPP dapat memproduksi 8.500 liter pembersih tangan, “Menaker Ida menjelaskan. Selain itu, ada 6 BLK pusat dan 4 BLK regional yang bertanggung jawab untuk produksi gudang desinfeksi, yaitu BBPLK Bekasi, BLK Surakarta, BLKPP DIY, BLK Padang, BLK Padang, Makassar Timah BLK, BLK Gorontalo, Takalar BLK, Majene BLK, Samarinda BLK dan BBPLK Bandung.

2.740 pakaian APD diproduksi. Kaos PPE diproduksi oleh 8 BLK pusat, yaitu BBPLK Semarang, BLK Banyuwangi, Makassar BLK, BLK Ambon, BLK Surakarta, BLK Kendari, dan BLK Samarinda.

“BLK pusat menghasilkan wastafel dengan cairan imersi. , Yaitu BLK Lembang. Menaker menjelaskan bahwa BLK ini menghasilkan 20 tank.

Menaker Ida berharap alat pencegahan Covid-19 yang diproduksi oleh BLK dapat membawa manfaat terbaik bagi orang yang membutuhkan. “Ini adalah bagian dari upaya bersama kami untuk melawan Covid -19,” kata Aida. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *