Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Dewan Asosiasi Perunggasan Indonesia (PINSAR). Hartono memuji langkah pemerintah untuk menyelesaikan perselisihan tentang unggas oleh peternak independen.

Setidaknya menurut Hartono, karena pengaruh Covid-19, langkah ini memungkinkan orang untuk menghirup udara segar ketika harga ayam perlahan-lahan menurun. mengalir. Kami menghargai tahap kerja sama antara pemerintah (Kementerian Pertanian), integrator dan pabrik pemintalan, yang membantu membeli 4 juta ayam tambahan dari petani independen. “2020).

Baca: Profesor Tjipta percaya bahwa Kementerian Pertanian memiliki kemampuan untuk mengelola produksi pangan dengan baik

Hartono menambahkan bahwa meskipun jumlah petani masih kecil dan belum ada di tempat, pekerjaan ini sangat berguna bagi petani Menyelesaikan masalah penurunan permintaan karena epidemi Covid-19 yang berlebihan, ia dan peternak lainnya berharap bahwa penyerapan ayam ini telah meningkat-Kadma juga berterima kasih kepada Bogor dari Kementerian Pertanian, Dan berharap bahwa metode ini dapat digunakan sebagai model dan sebagai solusi dan insentif untuk mengurangi kerugian petani selama pandemi dan Covid-19. Di bawah kepemimpinan pemerintah, model ini dapat diikuti oleh integrator atau perusahaan pakan lainnya. Dan ikuti pernyataan Kadma untuk mempercepat solusi bagi kami. Peternak sapi di Desa Lewiliang Leuwi Batu, Kabupaten Bogor. Perusahaan pakan ternak nasional membeli ayam dari peternakan Kadma dengan harga 2.000 rupee per kilogram untuk harga pasar.- — Seperti para peternak di daerah lain, presiden Parjuni, Jawa Tengah, Jawa mengumumkan bahwa perusahaan terpadu telah membeli harga yang lebih tinggi dengan harga yang lebih tinggi Rp15.000 per kilogram, dibandingkan dengan harga pasar Rp11.000 per kilogram

Baca: Komite Keempat DPR: Harus membeli ayam dan ternak lokal dari Kementerian Pertanian sebagai tujuannya

Sejak perjanjian Kementerian Pertanian dll., Pekerjaan ini telah berlangsung selama 9 hari la Perusahaan terpadu setidaknya mampu Menyerap hingga 455.318 peternak ayam mandiri (data per 1 Mei 2020) .- I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong masyarakat inklusif untuk menerapkan penyerapan 4119 Komitmen Petani mandiri telah memelihara 6.000 ayam hidup di 6 Sentra Pembibitan Tengah di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

“Saat ini yang paling diserap adalah Cina Ada 253.566 orang di Jawa Barat di Jawa, katanya ada 120.915 ekor di Jawa dan 54.660 ekor di Jawa Timur. 19 mitra pemuliaan telah melaporkan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *