Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengadakan panggilan konferensi dengan para pemangku kepentingan di industri pariwisata untuk berbicara dan menemukan solusi untuk epidemi Covid-19. 19 pandemi. — “Dalam menghadapi kesulitan, jika kita bekerja sama dengan Corona, saya harap kita bisa selamat dari masa sulit ini.” Menaker Ida Fauziyah menjadi tuan rumah Asosiasi Pariwisata dan Bisnis Indonesia (SP / SB) dan Hotel Indonesia Asosiasi Hotel. (PHRI) pada konferensi video di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Selama hampir 90 menit, Menaker Ida mengadakan konferensi video dengan Ketua FSPM Husni Mubarok. Bertindak untuk Ketum FKAMIPARHO KSBSI, Sulastri, Ketum FPPPIKT Sarbumisi Baetul Koeri; Ketua FSP REF Sofyan Abdul Latief; Ketua KSPSI Yorys Raweyai; Sekretaris Jenderal PHAI Maurana Youslan dan Departemen Pengembangan SDM PHAI Rudi Santoso. Maurana Youslan mengungkapkan dalam konferensi video bahwa sejak Januari tahun lalu, industri pariwisata adalah yang paling terpengaruh, terutama di hotel dan restoran-pandemi 19 tahun.

“Jika tingkat hunian kurang dari 40%, tentu saja biaya operasi kami tidak dapat dibayar,” kata Maurana.

Menurut hasil pengumpulan data semua wilayah PHRI di Indonesia, Maulana mengatakan bahwa efek korona tidak hanya terkonsentrasi di beberapa daerah, tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk mengatasi masalah ini bersama-sama.”

Ketika Yorys Raweyai menanggapi secara positif langkah-langkah yang diambil Menaker untuk mengatasi epidemi selama perang Dinamis. Subkontrak harian, yang sangat dipengaruhi oleh pandemi Convid-19, sulit dilakukan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *