Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyatakan rasa terima kasihnya kepada Etty Bint Toyib, seorang pekerja imigran Indonesia yang dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi. Sebagai pemerintah, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan partisipasi mereka, terutama dukungan keluarga NU yang diperoleh melalui LAZISNU. “Senin (Menaker Ida mengatakan ketika dia menerima Etty dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Senin (6). / 7/2020) .- Menurut balasan Etty, Benny Ramdhani, kepala BP2MI; Konsultasi Rakyat Indonesia Wakil ketua pertemuan Jazilul Fawaid; anggota Komite Kesembilan Dewan Perwakilan Rakyat Anggia Ermarini dan Nihayatul Wafiroh. Komunitas dan permohonan perwakilan Arab Saudi, Indonesia, sangat penting bagi pembebasan Etty dan kembali ke Indonesia.

“Saya Pikirkan bahwa ini adalah pekerjaan kami atas nama seorang teman untuk membela Ms. Etty, dan pada akhirnya itu gratis dan harus membayar biaya Diat. Diat dibangun untuk mendukung seluruh komunitas, termasuk memahami teman. Pendukung Komite Kesembilan juga mengatakan: “Kata Aina Menak.” Seperti semua orang tahu, Etty Bint Toyyib (Etty Bint Toyyib) adalah PMI Majalengka di Jawa Barat, Hukuman mati Arab Saudi lolos karena tebusan 4 juta real atau Rs 15,5 miliar.

Etty Toyyib adalah PMI yang bekerja di Taif, Arab Saudi. Pada tahun 2001, Etty dituduh menyebabkan kematian atasannya Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni majikannya.

Kali ini, Menaker Ida mengumumkan komitmennya untuk terus mengadvokasi PMI yang mengalami masalah.

Dia juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, partai politiknya akan menerima PMI yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia dan akan segera pulang.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *