Teten Masduki, menteri dari Yogyakarta TRIBUNNEWS.COM-Koperasi dan UKM, mengatakan kantornya bergabung untuk meningkatkan daya saing UKM di negara ini sehingga mereka dapat bersaing dengan merek eksternal.

“Anda harus mengubah pandangan Anda. Sejauh ini, memang, usaha kecil dan menengah belum berani mengambil kelas karena mereka takut pajak. Kami akan terus melakukan pelatihan kewirausahaan untuk bekerja,” kata Teten Masduki. Dalam sambutan pada upacara pembukaan kerjasama antara Cool Cooperative dan UMKM Naik Class di Yogyakarta, Senin (24/2). .

Baca: Tinjauan industri jamu di pasar global

Teten mengatakan bahwa salah satu prioritas Presiden adalah Joko Widodo, yang merupakan pengembangan sumber daya manusia.

“Kata kuncinya adalah sumber daya manusia yang keras, luar biasa dan berkualitas tinggi untuk meningkatkan daya saing dan menjadikan Indonesia negara yang sangat beradab dan negara maju, yang konsisten dengan pembentukan cita-cita independen masyarakat Indonesia. Kemakmuran dan keadilan Berbicara dengan Myrrh yang makmur.

Juga hadir pada acara tersebut adalah Gubernur mewakili DI Yogyakarta, yaitu Wakil Gubernur Ekonomi, Bupati Sleman, dan Putri Indahsari Tanjung (Staf Khusus Presiden), Menteri Menteri Staf khusus membantu Fiki Satari dalam koperasi dan usaha kecil dan menengah, dan asisten di tempat di Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia koperasi dan usaha kecil dan menengah Arif Rahman Hakim menyertai pengembangan kewirausahaan di Nasrun Asisten Menteri dan Asisten Asisten Standarisasi Sumber Daya Manusia dan Sertifikasi KUMKM Endang Prihantini. Juga memerlukan Wakil Menteri Pendidikan Sumber Daya Manusia / Harus memperluas dan mereplikasi pelatihan SDM KUMKM terutama untuk kewirausahaan / profesional, terutama seperti sekarang di Sleman Daerah wisata ultra-prioritas (Bali Baru) dalam thvir sebagai zona penyangga menentang pariwisata Borobudur, sehingga untuk meningkatkan proporsi pengusaha nasional saat ini sebesar 3,47%, dan target pada tahun 2021 adalah 3,64% di Indonesia .

Dibandingkan dengan jumlah pengusaha di negara maju (hingga 14), jumlah ini masih sangat rendah%. Jumlah ini masih 4,74% lebih rendah dari jumlah pengusaha di Malaysia, 4,26% di Thailand dan 8,76% di Singapura. ASEAN mengatakan: “Teten Mengatakan.

Baca: Kemenkop dan OJK membentuk ekosistem keuangan UMKM

– Pada saat yang sama, Wakil Presiden Sumber Daya Manusia-Ir. Arif Rahman Hakim mengatakan dalam laporannya bahwa jumlah target pengusaha yang akan dilatih pada tahun 2020 adalah 57.700, dan tingkat pengusaha telah meningkat dari 3,47% menjadi 3,64%, berdasarkan peluang. Pengusaha meningkat menjadi 10,30% dan akan bekerja sama dengan berbagai kementerian. Dalam pidatonya, Teten memperkenalkan Agen Presidensial Putri Indahsari Tanjung, “Dia tampaknya menginspirasi UMKM dari Sleiman dan sekitarnya.” Strategi nasional (STRANAS) pengembangan KUMKM dilakukan melalui tiga pilar, yaitu untuk meningkatkan kemampuan bisnis, untuk mendorong lembaga keuangan yang ramah untuk berpartisipasi dalam KUMKM, dan untuk meningkatkan koordinasi antar-departemen untuk mendukung ekosistem KUMKM. Tiga pilar ini akan dirumuskan melalui enam strategi, yaitu, memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, mengembangkan kewirausahaan, membiayai dan mempercepat investasi, dan kenyamanan dan peluang untuk bisnis dan koordinasi lintas sektor. -Di lokasi yang sama, Putri Tanjung mengatakan bahwa untuk menjadi wirausahawan, semuanya membutuhkan proses. Dia berkata: “Pada awalnya, harus ada motivasi bisnis. Insentif dapat mengambil bentuk apa pun, karena pengusaha adalah orang-orang yang dapat melihat peluang atau menciptakan peluang.” -Menurutnya, pengusaha harus mau berubah dan beradaptasi. Mentalitas harus berubah. Putri Tanjung berkata: “Pengusaha harus siap beradaptasi, berkolaborasi, ingin berubah, tahu cara berhitung dan terus belajar.”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *