Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah akan mencari kembalinya pekerja migran Indonesia (PMI) dari Majalengka dari Etty bint Toyib. Tangerang, Banten. Ida Menaker berkata di Jakarta pada hari Senin: “Saya akan menjemput Anda di bandara malam itu. Berdoalah untuk Ny. Iti di Indonesia dan di rumah dengan selamat.” Etty melepaskan dan kembali. Menurutnya, Etty, warga negara Indonesia, harus mendapat manfaat dari perlindungan nasional. Dia mengatakan: “Pemerintah, terutama Kementerian Tenaga Kerja, masih berkomitmen untuk melindungi PMI. Kami bertanggung jawab atas keselamatan PMI.-Sejauh yang kami ketahui, Etty bint Toyyib adalah PMI dari PMI. Majalengka di Jawa Barat Melarikan diri dari hukuman mati di Arab Saudi untuk tebusan 4 juta real atau Rs 15,5 miliar. — Etty Toyyib adalah seorang PMI yang bekerja di kota Taif di Arab Saudi. Pada tahun 2001, Etty dituduh menyebabkan kematian majikannya Faisal al-Ghamdi .Etty dituduh meracuni majikan.

Selama persidangan, keluarga majikan meminta hukuman mati, dan pengadilan menghukum hukuman mati / denda .

Hukuman mati didasarkan pada keputusan pengadilan. 22 No. 75/17/8 dari 1424H (23/06 / 2003M), yang disetujui oleh Pengadilan Banding pada tanggal 07/17/1428 dengan nomor 307 / Kho / 2/1 dan disetujui oleh Mahkamah Agung pada tanggal 12 Desember 1938 Pada hari 1938/4, ia membunuh majikannya dan seorang Saudi Faisal bin Said Abdullah Al Ghamdi diracun.Pada awalnya, pewaris majikannya menuntut kompensasi sebesar R $ 30 juta atau Rs 107 crore untuk membuat Etty dimaafkan dan tidak dieksekusi. 4 juta riyal atau Rs 15,2 miliar.

Dana ini berasal dari sumbangan atau sumbangan dari berbagai dermawan di Indonesia, termasuk Infaq Zakat Institute dan Sodaqah Nahdlatul yang diadakan sejak 2018 Ulama (LAZISNU). (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *