TRIBUNNEWS.COM – Rencana ladang gandum baru yang didirikan di rawa-rawa tengah Kalimantan telah menerima dukungan dari semua pihak. Rencana itu diyakini mengatasi kemungkinan krisis pangan dan merespons kebutuhan nasional. Peneliti di Lembaga Ekonomi dan Masyarakat Riyanto (LPEM) di Universitas Indonesia (UI) mengatakan, rencana tersebut merupakan program percontohan yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia. — Tapi sebelum itu, departemen kepemimpinan Kementerian Pertanian (Kementan) harus memperkuat komunikasi dan koordinasi di antara semua pihak. Secara khusus, keempat kementerian juga terlibat dalam rencana tersebut.

“Biarkan para peneliti dan ahli padi rawa mengembangkan teknik pertanian yang cocok untuk rawa. Penting untuk mempelajari dampak lingkungan dan sosial serta manfaat dan biaya. Dari perspektif ekonomi, ini sangat penting,” kata Riyanto pada 2020 6 Dikatakan pada hari Sabtu, 27 Maret. Rencana tersebut juga harus memungkinkan masyarakat lokal untuk menerima dukungan penuh dari perusahaan publik dan bertindak sebagai promotor. Langkah ini sangat penting bagi masyarakat sekitar untuk benar-benar merasakan rencana makanan. Dia mengatakan: “Untuk memiliki dampak positif pada masyarakat lokal, perlu untuk membangun kemitraan antara petani lokal dan perusahaan publik di masa depan.” Riyanto juga mulai mencetak sawah baru di rawa. Secara khusus, sangat sulit untuk membersihkan tanah di Jawa karena harganya mahal. Dia berkata: “Saya pikir perlu untuk memodifikasi teknologi budidaya padi di masa depan. Dalam rangka meningkatkan kualitas produksi.” Premis modernisasi pertanian. Langkah besar. Namun, pengembangan institusi pertanian harus lebih menarik perhatian.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *