Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Dewan Direksi (AGO) ke-62 Asian Productivity Organization (APO) sepakat untuk menggunakan surplus anggaran APO yang diakumulasikan sejak 2010-2019 untuk mengambil keuntungan dari pandemi Covid-19.-Sekretaris Jenderal Binalattas Menteri Sumber Daya Manusia Surya Lukita Warman, sebagai Wakil Direktur APO Indonesia, menjelaskan bahwa perjanjian tercapai setelah sebagian besar anggota APO mengajukan proposal selama panggilan konferensi APO GBM yang diselenggarakan oleh APO GBM. Sekretaris Jenderal APO AKP Mochtan (Indonesia) dan Ketua Konferensi APO Dr. Ha. Minh Hiep (Vietnam) Senin (6/8/2020) .

“Negara-negara anggota APO telah sepakat untuk mengalokasikan anggaran untuk meminimalkan dampak pandemi Covid-19,” kata Surya. Lukita mewakili Bambang Satrio Lelono, Direktur Jenderal Binalattas, Kementerian Tenaga Kerja.

Dikatakan bahwa anggaran yang dialokasikan oleh Surya (Surya) sekitar 2,5 juta dolar AS akan digunakan untuk mendanai bantuan krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, seperti rencana transformasi bisnis dan kegiatan yang sedang berlangsung untuk membantu berbagai negara UMKM. — “Diimplementasikan dengan memperkuat NPO kemampuan digital; menyediakan layanan di negara ini; menyelenggarakan program digital multi-negara (DMC) dan melakukan studi untuk mengembalikan UMKM / Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Surya Lukita.

Sekretariat Jenderal APO AKP Mochtan melengkapi prosedur untuk penggunaan surplus, yaitu, setiap negara anggota APO akan menerima bantuan yang sama dan akan menyertai implementasinya. Rekomendasi akan dilaksanakan setelah disetujui oleh dewan direksi pada tahun 2020. “Kelompok Bank Dunia ke-62 pada awalnya dijadwalkan akan diadakan di Nadi, Fiji mulai 21 hingga 23 April 2020.” Dia menambahkan: “Panggilan konferensi tidak dapat diadakan secara langsung karena pandemi Covid-19.

APO didirikan pada 11 Mei 1961. Ini adalah organisasi di Asia yang bertujuan untuk

menambah perwakilan APO dari 20 negara untuk berpartisipasi dalam panggilan konferensi dan berpartisipasi di 20 negara dengan penskalaan GBM 6 jam. Itu adalah Indonesia, Filipina, Vietnam (Ketua), Sri Lanka, Singapura, Thailand, Kamboja, Mongolia, Bangladesh, Jepang, Turki, Malaysia, Fiji, India seperti Cina, Nepal, Korea Selatan, Pakistan, Laos, dan Iran. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *