Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) mencetak beras di sawah yang mungkin ditanam secara bertahap, dan indeksnya mencapai 2 dari 2 musim tanam.

Tanah yang ditunjuk sebagai sawah potensial harus memenuhi persyaratan standar bersih. Jelas, ini terkait dengan keadaan kepemilikan tanah daripada tanah yang disengketakan.

Ketersediaan air yang cukup dan petani yang mau bekerja di sawah juga kriteria untuk menentukan tapak sawah. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan bahwa kegiatan pencetakan sawah adalah untuk meningkatkan standar area sawah di berbagai lahan yang belum pernah dicoba dalam sistem sawah. -Baca: Selama periode pandemi, Kementerian Pertanian dan Ekspor Produk Pertanian diterbitkan di 43 negara / wilayah- Ketika merencanakan kegiatan pencetakan sawah, itu juga harus mencakup persiapan dokumen lingkungan yang relevan, termasuk Amdal jika dicetak di atas air. n Setiap bagian tanah melebihi 500 hektar- “Para calon pabrik percetakan sawah ini memiliki berbagai jenis vegetasi dan kondisi tanah, sehingga mereka harus direncanakan dengan hati-hati untuk mengoptimalkan tanah.” Kementerian Pertanian SYL .

Kementerian Pertanian dalam beberapa tahun terakhir Kegiatan pencetakan beras yang telah dilakukan selalu dimulai dengan SID (Desain Survei). SID adalah proses perencanaan yang dirancang untuk memastikan lahan yang memadai, akses petani dan sumber air potensial. Dia mengatakan: “Prosedur itu dilakukan tahun sebelumnya, tujuannya bukan untuk mencegah pembentukan pasokan sawah baru pada tahun anggaran saat ini.” Baca: Kementerian Pertanian menyelenggarakan pelatihan pangan untuk memprediksi dampak dasar pandemi-pertanian korona Sarwo Edhy, Manajer Umum Fasilitas dan Fasilitas (PSP), mengungkapkan bahwa acara pencetakan beras 2019 akan berlangsung pada tanggal 27 di satu wilayah delapan provinsi, salah satunya terletak di Kabupaten Pozo, total 150 hektar, didistribusikan di dua subdivisi (Barat). Pomona dan Pomona Tenggara).

Pada April 2020, menurut implementasi Mekar Nadi Poktan 2 di wilayah Pomona Barat dengan 30 hektar sawah dan desa Uronasari di daerah Pamona Barat di daerah Poso, dapat ditabur dua kali.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *