Jakarta TRIBUNNEWS.COM – inovasi anti-virus berbasis kayu putih, yang diprakarsai oleh Kementerian Pertanian (Kementan), masih populer di 19 negara yang masih berkecamuk, terutama di Indonesia, menghirup udara segar. -Karena kayu putih adalah pohon, daunnya dapat digunakan untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu. -Seperti 700 spesies kayu putih tersebar di sekitar komunitas, komunitas tersebut akan dengan mudah mendapatkan dan menggunakan kayu putih.

— Kuntoro Boga Andri, Menteri Hubungan Masyarakat dan Informasi menjelaskan inovasi ini. Sebagai pesan penting bagi komunitas, rilis ini adalah bahan yang efektif di sekitar kita yang dapat digunakan untuk melawan dan mencegah virus. .

Menurut Kuntoro, hasil penelitian ini memberi masyarakat banyak pilihan untuk perangkat lunak antivirus. — Kementerian Pertanian tidak dapat memproduksi dalam skala besar, karena R&D hanya berfungsi sebagai lembaga penelitian. Karena itu, kayu putih ini mudah dipengaruhi oleh penyebaran ekonomi pihak ketiga.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan hasil tes eucalyptus terhadap virus influenza, virus beta dan gamma corona, yang menunjukkan bahwa kemampuan untuk membunuh ratusan virus adalah 80 hingga 100.

Indi Dharmayanti, kepala Pusat Penelitian Veteriner, mengatakan bahwa kayu putih dapat meringankan saluran pernapasan, kemudian mengeluarkan lendir, obat nyamuk, luka desinfeksi, mengurangi rasa sakit, mengurangi mual dan mencegah penyakit mulut. — Dalam berbagai penelitian, dikatakan bahwa inhalasi alveoli dapat secara efektif diserap hanya dengan menghirup selama 5 hingga 15 menit. Ini berarti bahwa konsentrasi 1% sudah cukup untuk membunuh 80% hingga 100% dari virus.

Bahan aktif utama adalah cineol-1,8, karena efek M pro, ia memiliki keunggulan anti-mikroba dan anti-virus.

M pro memberikan coronavirus protease (3CLPro), yang merupakan target potensial untuk menghambat replikasi coronavirus.

Penelitian menunjukkan bahwa minyak kayu putih ini dapat bergabung dengan protein Mpro, sehingga menghambat replikasi virus.

Manfaat ini timbul karena 1,8 minyak kayu putih, yang dikenal sebagai minyak kayu putih, dapat berinteraksi dengan saluran ion potensial reseptor sementara. Terletak di saluran pernapasan. Dia berkata: “Oleh karena itu, inovasi yang dibawa oleh Balitbangtan sangat menggembirakan. Untuk alasan ini, telah menjadi harapan baru bagi orang Indonesia untuk menggunakan kayu putih untuk mencegah virus.” — Indi juga menambahkan bahwa bahan aktif dalam kayu putih Ini juga dapat diperoleh dari minyak kayu putih, sehingga orang tidak harus menunggu penemuan ini dalam produksi massal. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *