Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya memperjuangkan harga ayam peternak guna meningkatkan populasi atau keuntungan. Padahal, Kementerian Pertanian juga menjamin keberlangsungan peternakan rakyat dengan memberikan berbagai bantuan dan pendampingan. Jadi lebih baik, ”kata Sugiono, Direktur Bina Peternakan dan Produksi Ternak Bina Kesehatan dan Peternakan Kementerian Pertanian (1 Januari 2020).

Sugiono menjelaskan selama ini Kementerian Pertanian masih mengikuti peternak Sesuai petunjuk Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), Kementerian Pertanian senantiasa memperjuangkan kendala bagi para penggembala.Berkaitan dengan penyediaan, peredaran, dan pemantauan ayam ras dan telur untuk konsumsi, Permentan No. 32 tahun 2017 Peraturan siap untuk melindungi peternak kecil mandiri.

“MOA 32 siap untuk mencakup semua aspek. Tidak ada lagi kuota, jadi katanya: “Semua bilangan bulat terima hilir. Pemerintah masih memperjuangkan kesejahteraan peternak. Kami tanggapi secara sistematis keinginan para peternak,” jelasnya. Peternak.

“Kementerian Pertanian akan mengambil berbagai langkah untuk membela para peternak. Kami selalu melakukan yang terbaik, tetapi itu membutuhkan waktu. Kami selalu berusaha untuk memastikan bahwa semua liontin peternak mandiri menang tanpa kalah.” Di kesempatan yang sama Peternak mandiri Bandung, Muholis mengatakan, Kementerian Pertanian selalu menanggapi keluhan rekan-rekan. Sapi yang baik. Namun, dia tetap berharap Kementerian Pertanian bisa tegas memberikan sanksi kepada integrator besar yang melanggar ketentuan yang ditetapkan.

“Kami mensyaratkan agar harga unggas hidup lebih tinggi dari HPP (harga pembelian pemerintah) unggas mandiri kecil. Ia mengatakan:“ Oleh karena itu, pasar kami tidak akan ditempati oleh integrator. Jika ada yang melanggarnya, hukuman berat akan diberikan. “(*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *