TRIBUNNEWS.COM, Ambon-Gempa Maluku tahun 2019 semakin memperburuk kondisi warga yang terdampak. Kehidupan ekonomi mereka belum sepenuhnya pulih, terutama saat wabah Covid-19 meletus. -19 .

Beberapa korban gempa Maluku, khususnya di Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, merupakan usaha mikro yang sudah merasakan dampak pandemi Covid-19. Saat gempa, masyarakat benar-ini memang kesulitan keuangan, makanya saya berinisiatif membuka warung kecil untuk memenuhi kebutuhan kita, ”kata Dalahaji Tuasikal yang berlokasi di Pelauw. Salah satu pemenang segel produksi usaha mikro desa. Darahaji dan istrinya membuka toko kelontong dengan keuntungan bulanan 2-3 juta rupee. Memang, pendapatannya tidak tinggi, tetapi untuk Bagi keluarga Dahalaj itu pendapatan mereka. Dahalhaji berkata: “Sejauh ini bisnis kami masih berjalan dengan baik. “Sembako Dalahaji ini berada dikalangan masyarakat Desa Pelauw sehingga masyarakat sekitar bisa dengan mudah mendapatkannya. Toko kebutuhan sederhana seperti beras, indomei, kopi, gula pasir dan aneka jajanan anak-anak. Syarat pas dll. Dalahaji Said, tapi kita bersyukur pandemi sudah kembali lagi.

Mudah mendapatkan Banpres

Dalahaji mengungkapkan sangat mudah baginya mendapatkan Banpres produktif untuk usaha mikro. Awalnya instansi terkait menghubunginya untuk menyiapkan apa yang mereka butuhkan. Dokumen seperti KTP, kartu keluarga dan surat rekomendasi dari desa setempat.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *