JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah menggelar pertemuan tripartit di Jakarta pada Selasa malam (20/10/2020).

Acara ini untuk mengawali dialog membahas sirine sirine (RPP) dari rancangan peraturan pemerintah dan mengimplementasikan undang-undang penciptaan lapangan kerja yang melibatkan pekerja / serikat pekerja (SP / SB), Apindo / Kadin dan perwakilan pemerintah- “” UU Cipta Lapangan Kerja Ini adalah langkah untuk mengubah situasi ini, yang diprakarsai oleh Pak Joko Widodo saat pertama kali menjabat. Berubah, maka pasti ada risiko penolakan. Tapi, Parker Jokowi memilih mengambil risiko, “kata Menaker Ida. -Menaker Ida melanjutkan, ini yang kedua dari Presiden Joko Widodo. Sebuah istilah. Sebenarnya, dia bisa memilih untuk mengambil waktu. Hal-hal dilakukan dengan cara yang berarti .

“Tapi dia memilih untuk meninggalkan warisan untuk kita semua. Daripada mencarinya dengan aman, “Menaker Ida melanjutkan …” Jadi mari kita ikuti warisan ini dalam semangat dialog. Kami tidak menggunakan prinsip-prinsip besar. E. Jika Anda menggunakan tubuh utama, ini adalah masalah. Namanya Dialog, ya bisa memuaskan 100% keinginan pekerja dan pengusaha. bagikan ini. Ada juga pencari kerja yang butuh kerja, “kata Adana. Presiden APINDO Haryadi Sucamdani dan Presiden KSPSI Joris Rajei hadir dalam pertemuan tersebut. Serikat pekerja lainnya, termasuk K-Sarbumusi, SP BUN United Pertemuan F-Kahutindo, beberapa SP / SB SBs dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi yang hampir mengikuti acara tersebut.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dan Direktur Biro Pengawasan Ketenagakerjaan Pembangunan, K3, Hayanyani Rumondang Dan pelayanan (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *