Balai KSDA NTT telah menerima laporan dari masyarakat bahwa ikan paus terdampar di Pantai Nun Hila yang merupakan bagian dari Teluk Kupang, Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Kupang, Provinsi NTT, Selasa sore (21/7/2020). Selain itu, Kepala BKSDA NTT Center Timbul Batubara beserta tim turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait di lokasi untuk mendapatkan informasi dan memantau pekerjaan evakuasi.

Tim tersebut terdiri dari Tim Dinas Peternakan (UPS) BBKSDA NTT, Kepala Cagar Kawasan II dan Pengelola Stasiun Teluk Coupong TWAL, serta Cagar Laut Nasional Kudeta Kementerian Kelautan dan Perikanan NTT (NTT) Tim (BKKPN) POLDA POLAIR, Balai Nusa Tenggara Cekungan II (BWS NT II), kelurahan setempat dan pemangku kepentingan lainnya.

Hasil koordinasi dan survey lapangan menunjukkan bahwa jenis paus tersebut adalah paus biru (Balaenoptera mus culus), diperkirakan Berusia 70-80 tahun. Hewan itu diduga betina, tingginya 29 meter dan tinggi 17 meter.

“Status perlindungan paus biru dilindungi oleh U.S.C. No. 2. Mei 1990, 7 Juli 1999 dan Permen LHK P.106 tahun 2018. TWAL Coupon Bay sendiri merupakan migrasi cetacea Jalan, “kata Tinbull.

Saat ditemukan, paus itu sudah dalam keadaan mati, memasuki tahap awal pembusukan, ditandai dengan bau yang tidak sedap.

Penyebab kematian dan terdamparnya paus adalah tua dan mati, dan mereka bermigrasi di perairan Laut Savoie dan Kubang. teluk.

“Untuk menghindari penyebaran penyakit dan zat berbahaya (kurangnya bukti), tim UPS BBKSDA NTT melakukan mogok. Timbull mengatakan:“ Mengingat pasang naik disertai angin kencang dan arus laut, tim berusaha mengikat tubuh paus. Di bagian buntut arus deras dari Teluk Kupang hingga ke buntut ikan paus. “Barat.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *