TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan kembali mempertahankan landasan uji bimbingan elektronik (e-Pilotage) melalui Administrasi Umum Angkutan Laut.

Kali ini bangku tes mengemudi elektronik-Pilotage berada di perairan Benoa, implementasi terbaru atau implementasi pertama di kawasan navigasi kelas satu Tanjung Priok (VTS Tanjung Priok) dan kawasan navigasi kelas satu Tanjung Pinang (Vams Batam). Empat implementasi, VTS Tarakan (VTS Tarakan). -Untuk meningkatkan keselamatan maritim dan pelayanan perlindungan lingkungan di perairan Indonesia, Administrasi Maritim telah merumuskan quick win plan untuk mendirikan bangku uji atau pilot pilot guna mengoptimalkan penggunaan wilayah navigasi di stasiun-stasiun Vessel Traffic Service (VTS) Indonesia. — Direktur Jenderal Angkutan Laut dalam sambutan Direk Torat, Direktur Jenderal Angkutan Laut, mengatakan bahwa implementasi test bed terbaru e-Pilotage di keempat seri ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran. Melakukan evaluasi untuk mempersiapkan sarana, prasarana, dan regulasi untuk rencana pelaksanaan mengemudi elektronik berdasarkan berbagai karakteristik. Jalur transportasi dan pelayaran yang berdedikasi, serta peran stasiun VTS, untuk memastikan pengawasan kapal.

“Kita tahu bahwa Pelabuhan Benoa dirancang sebagai hub kapal pesiar atau dianggap sebagai tujuan wisata. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung Bali sebagai tujuan utama, kami berharap dapat meningkatkan pelayanan kami terhadap kapal khususnya ke Teluk Jasa pelayaran di pelabuhan Nuh. Tentu saja, ”kata Arif saat muncul di test bed secara virtual:“ Informasi elektronik bisa meningkatkan kepercayaan perusahaan pelayaran untuk mengunjungi Benoa dan membuat mereka merasa lebih aman. ”- Arif, Jumat (17 Juli 2020) Pilot di perairan Pelabuhan Benoa di Bali. Arif mengungkapkan, beberapa operator kapal pesiar telah mendapatkan informasi peta bahari elektronik di Beno yang harus terus diupdate.

“Sekarang kita harus bersiap, dan prosesnya sudah dipersiapkan, baru kemudian test bed e-Pilotage. Semoga ini bisa membuka kepercayaan para operator kapal pesiar, khususnya operator kapal pesiar, dan memungkinkan mereka mengunjungi Benoa Terkadang merasa lebih aman, dan upaya bersama kita akan diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita bisa merevitalisasi perekonomian yang sedang terpuruk ini. Akibat pandemi Covid-19, ”ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hengki Angkasawan, Direktur Navigasi, dalam laporannya mengatakan sesuai arahan Dirjen Perhubungan Laut pihaknya juga akan menyiapkan infrastruktur terkait yang baik, termasuk sistem cadangan dan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan VTS tersebut sehingga Jalankan layanan navigasi dengan benar terkait dengan peningkatan keamanan navigasi dari empat (empat) port ini. Hengki mengatakan, pada tiga stand uji e-Pilotage sebelumnya, stand uji bekerja dengan baik.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *