Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Miskin dan Imigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengimbau narasumber dan kampus untuk turut serta mendampingi kepala desa dalam perencanaan pembangunan desa.

Abdul Halim (Abdul Halim) mengungkapkan ini salah satu kendala, pembangunan perdesaan direncanakan, selama ini masih banyak kepala desa yang tidak berdasarkan kebutuhan tetapi berdasarkan kesamaan dengan desa tetangga. Keinginan untuk berkembang. Menteri Halim mengatakan dalam webinar nasional yang diadakan di Universitas Negeri Malang, Senin (6/6/2020), tampaknya ada perebutan lokasi pembangunan. -Menteri Gus, panggilan akrab Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) mengatakan bahwa melalui keterkaitan antara juru bicara dan kampus, pembangunan desa akan lebih difokuskan pada prioritas agar masyarakat dapat membangun desa. Ekonomi masyarakat pedesaan berkembang.

Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini masih melanjutkan, Selama ini dana desa digunakan untuk membangun jalan infrastruktur yang menghubungkan satu desa dengan desa lain atau desa ke desa lain. — Pembangunan infrastruktur harus didasarkan pada manfaat peningkatan ekonomi.

“Misalnya poros desa harus dihubungkan dengan institusi pendidikan, puskesmas atau tempat produksi (baik produksi pangan maupun sarana lainnya),” imbuhnya. -Menteri mensyaratkan adanya kajian dan evaluasi pembangunan yang tidak dianggap berdasarkan kebutuhan.

Pada tahun anggaran 2021 mendatang, dana pedesaan harus digunakan dengan lebih bijak sesuai dengan kebutuhan darurat atau skala prioritas.

Di Papua, Papua Barat dan NTT, masih ada sekitar 5.000 desa yang belum teraliri listrik. Oleh karena itu, dasa desa harus digunakan dalam rencana elektrifikasi pedesaan.

“Jadi desa kedua sejauh ini sekitar 1.500 desa yang belum memiliki internet, maka kami akan mencoba menggunakan dana desa di desa-desa tersebut pada tahun 2021. Tentunya manfaat belanja internet juga akan dibagikan oleh Kominfo, Telkom bekerja sama dengan semua pihak yang berwenang, “pungkas pria kelahiran Jombang itu.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *