Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Ketua Panitia Pertama DPD RI Fachrul Razi mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa, Menteri Pembangunan dan Imigrasi Daerah Tertinggal (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atas kinerja luar biasa yang diyakini berhasil mencegah Covid-19 di pedesaan.

Menurut Fachrur Ra ​​zi, kebijakan organisasi desa sukarela anti Covid-19 yang dirumuskan Menteri Abdul Halim atau biasa disapa Menteri Gus sangat efektif, akibatnya desa-desa di Indonesia jauh dari bahaya Covid-19.

“Fachrur Ra ​​zi berkata:” Jika kita tidak siap untuk mencapai desa-desa pada awalnya, saya perkirakan penyebaran Covid-19 akan semakin besar dan meluas. “Pada Selasa (09/08/2020) di virtual working meeting yang diadakan dengan Kementerian Kesehatan.

Fachrur Ra ​​zi juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan. PDTT ikut serta dalam Program BLT Perdesaan saat perekonomian nasional tertekan. Dimulai Menderita. Ia menambahkan: “Tanpa program BLT Dana Desa, ia tidak akan bisa membayangkan nasib masyarakat pedesaan. Artinya, kontribusi negara untuk menyalurkan dana desa ke desa sangat penting. ”- Fachrur Razi memanggil Gus menjadi menteri. Pantau perkembangan Dana BLT Desa untuk prediksi daerah Fraud. Kalau PDTT Kemenkes mengizinkan, DPD RI juga siap membantu turun ke daerah.

“Saya tanya Pak Menteri, ada 34 provinsi di sini, dan dia menyimpulkan:” Kalau menteri turun ke daerah tolong ajak 34 orang ini untuk ikut. Anggota terlibat, kami sudah di sini. Anggarannya sendiri “.

Kali ini Menteri Gus memaparkan langkah-langkah strategis yang telah diambil. Respon terhadap pandemi Covid-19 Menurutnya, setidaknya ada dua hal yang perlu segera diselesaikan secara cepat dan serius terkait dampak Covid-19: kesehatan dan ekonomi. Dari segi kesehatan, PDTT telah melatih relawan desa Covid-19 yang bertanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat serta menyediakan fasilitas cuci tangan dan sabun di tempat umum.

Selain itu, setelah perawatan kesehatan diurus, perekonomian juga harus dibangkitkan, maka Menteri Gusrello menyediakan dana pedesaan sebagai jaring pengaman sosial untuk BLT, dan ekonomi pedesaan akan terus berperan.

“Tujuannya untuk merevitalisasi perekonomian, oleh karena itu kami mempertimbangkan kondisi saat menyusun BLT dan mengumpulkan data. Calon penerima BLT. Ini orang pertama yang belum masuk TKS tapi jelas miskin, dan yang kedua kalah. Untuk menyambung hidup, yang ketiga karena keluarganya sensitif terhadap penyakit kronis, ”terangnya. Upah minimum harus 50% dari angkatan kerja pedesaan (PKTD) dari pagu anggaran.

Prinsip PKTD adalah upah minimum 50%. Alasannya meningkatkan daya beli dan menambah beban kerja. Teknologi PKTD relatif kurang ketrampilan dan tidak memerlukan bahan khusus

“Misalnya kami informasikan kepada mereka yang sudah dibersihkan di industri pariwisata Desa membutuhkan dana desa dan perawatan PKTD yang artinya hampir tidak ada perangkat keras. Semoga, ia menyimpulkan bahwa daya beli masyarakat akan meningkat dan akan memberikan kontribusi yang kurang lebih bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tidak berada di urutan ketiga. Penurunan triwulanan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *