TANGERANG, TRIBUNNEWS.COM-Dengan trend dan perkembangan industri pelayaran global, tantangan industri perkapalan selalu dinamis. Apalagi sejak awal tahun 2020, saat menghadapi pandemi Covid-19.

Untuk itu, kita harus bersama-sama menghadapi tantangan strategis yang semakin aktif agar dapat memenuhi harapan masyarakat pada umumnya, khususnya industri angkutan laut. -Dorong untuk berkembang pesat dan berubah harus diimbangi dengan upaya memperbaiki dan meningkatkan kinerja dan pelayanan yang tepat, salah satunya dilakukan melalui sistem online atau digitalisasi sehingga dapat memberikan solusi terbaik untuk setiap permasalahan dan mampu merespon setiap permasalahan. Tantangan dan perubahan tersebut, terutama di era revolusi industri 4.0 saat ini, telah direspon dengan baik. Administrasi Umum Angkutan Laut, khususnya melalui Administrasi Umum Angkutan dan Angkutan Laut, telah melakukan inovasi melalui digitalisasi pelayanan terutama melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Lalu Lintas Laut (SIMLALA) yang memberikan pelayanan antara lain persetujuan keagenan kapal asing (PKKA), pengoperasian kapal dalam negeri. Izin (PPKN), deviasi operasi kapal asing dan domestik, sertifikat perwakilan (COR) dan status kapal.

Demikian sambutan dari Direktur Perhubungan dan Angkutan Laut Kapten Jabat pada Selasa (10 November 2020) .Selama kegiatan sosial agen kapal asing di Tangerang, Provinsi Banten, Yudhonur Setyaji, Kepala Bidang Angkutan Laut Luar Negeri .

Menurut data dari SIMLALA, Yudho mengungkapkan layanan PKKA tahun 2018 sebesar 38.562 meningkat 0,9% menjadi 38.900 pada tahun 2019, dan turun 24% menjadi 29.600 pada tahun 2020.

Adapun PPKN tahun 2018 sebesar 5.339, yang turun pada tahun 2019 Selain itu, selain melayani kapal domestik yang beroperasi di luar negeri, 2018 adalah 2021, dan 2019 naik 9,5% menjadi 2.215, terjadi penurunan. 23% dari 2020 hingga 1710. Selain itu, untuk layanan sertifikat perwakilan yang stabil dari 2018 hingga 2020, maksimal 1 permintaan per tahun dapat dibuat.

Pada 2018, terdapat 188 permintaan untuk layanan status lini. Ini meningkat dari 55% menjadi 291 permintaan pada 2019, dan dari 9,6% menjadi 319 permintaan pada 2020.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *