TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan. General Administration of Maritime Transport menghadiri technical meeting tahunan yang merupakan technical meeting dari Revolving Fund Committee (RFC) yang diadakan dalam rangka kerjasama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia, Malaysia dan Malaysia. Singapore and Malacca Straits Council (LSM Jepang).

Pertemuan membahas pembentukan dan pengoperasian dana bergulir (revolving fund) untuk menangani pencemaran akibat tumpahan minyak dari kapal-kapal di Selat Malaka dan Singapura. Dana tersebut diselenggarakan hari ini melalui aplikasi Zoom dengan Malaysia sebagai tuan rumah (28 Juli 2020) .

Selaku Ketua Delegasi Indonesia (HoD), Ahmad selaku Ketua Pengawal Laut dan Pantai Indonesia, dalam pidatonya menegaskan kembali bahwa Indonesia akan terus melakukan yang terbaik untuk memastikan kelancaran pelayaran sekaligus melindungi dunia. Lingkungan laut. Terkena pandemi Covid-19.

“Kami (Indonesia sia) sangat percaya dan mengapresiasi segala upaya yang mungkin dilakukan oleh Indonesia, Malaysia, Singapura dan Jepang untuk melindungi lingkungan laut Selat Malaka dan Selat Malaka. Singapura,” kata Ahmed di Tribunnews, Selasa (25/10). 28/7/2020) dalam pernyataan tertulis yang diterima. — Ahmad meyakini bahwa dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun (30 tahun), RFC telah menggunakan dana tersebut sesuai alokasi dana, dan telah berhasil bermanfaat bagi tiga negara pantai (Indonesia, Malaysia dan Singapura) Dan platform yang berguna, yaitu sebagai platform kerja. Situasinya sama antar negara pesisir. Negara kedua merupakan dana cadangan untuk memperlancar operasi penanggulangan tumpahan minyak, terutama dalam rangka penanggulangan tumpahan minyak dari kapal dan kerjasama lanjutan antara pengguna pantai dan negara selat, ā€¯ujarnya. Malaka Tumpahan minyak di Selat dan Selat Singapura, serta pengalaman dan pertukaran informasi tentang nota kesepahaman tarif tumpahan minyak antara Singapore Maritime and Port Authority (MPA) dan International Tanker Shipowner Pollution. Masalah teknis Singapore Federation (ITOPF) dibahas. Update terkini mengenai lomba desain logo RFC dan perkembangan website RFC; selain itu kami (pemerintah Indonesia) juga telah mengumumkan rencana untuk menjadi tuan rumah Kompetisi Nasional Mapolex Nasional 2020 yang mungkin diadakan di Balikpapan mulai tanggal 24 hingga 28 Agustus mendatang. “Kata Een.

Selain itu, Een menjelaskan bahwa RFC dibentuk berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) di satu sisi yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia, Malaysia dan Singapura (tiga negara pantai) pada tahun 1981, dan di sisi lain oleh Selat Malaka The Council (MSC) ditandatangani atas nama LSM Jepang. -Menurut isi nota kesepahaman tersebut, MSC mendonasikan 400 juta yen kepada tiga negara pantai untuk melatih dana rehabilitasi selanjutnya, yang dikelola dan dioperasikan oleh ketiga negara pantai tersebut secara bergilir, setiap dana tersebut terus menerus dilakukan di Indonesia sejak tahun 1981 Putaran pertama pengelolaan dana.

Menurut nota kesepahaman, Tiga Negara Pant ai (Tiga Negara Pant ai) harus membentuk panitia dana bergulir atau panitia dana bergulir untuk mewakili pejabat senior masing-masing negara pantai dalam administrasi dan bisnis Shang berpartisipasi dalam memerangi pencemaran laut, termasuk Direktur Biro Transportasi Maritim, Menteri Transportasi Republik Indonesia, Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, dan Asisten Kepala Eksekutif MPA Malaysia.Dia menjelaskan. Merekomendasikan anggaran administrasi dan bisnis, menyerahkan laporan keuangan tahunan yang diaudit, menyerahkan laporan rutin kepada komite, memproses dana pinjaman setelah disetujui oleh komite untuk tanggap darurat, memverifikasi laporan keuangan yang diserahkan oleh kepala akuntan nasional, dan melaporkan kepada komite pertemuan tahunan RFC.

“Menurut praktik masa lalu, kekuatan masing-masing negara pantai adalah kepala KPLP Indonesia, kepala administrasi dan keuangan Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia, dan kepala Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia. Een mengatakan:” Operasi pelabuhan MPA Singapura. -Di Indonesia setiap 3 babak ada tiga babak yaitu 1981, 1985 dan 1996, 2000 dan 2011 sampai 2016. Mengenai tahun 2020, Een mengatakan ini merupakan tahun keempat Malaysia sejak Indonesia mentransfer dananya ke Malaysia pada 22 Desember 2016. Ia telah mengelola dana dana bergulir tersebut. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *