Andi Khomeini Takdir Haruni, Ketua TRIBUNNEWS.COM-Jejaring Dokter Muda, juga melakukan debat publik tentang inovasi berbasis kayu putih dari penelitian yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Kementan). Menurut Andy, inovasi Kementerian Pertanian merupakan pekerja anak di dalam negeri dan harus didukung dan diapresiasi. Andy mengatakan, Rabu (8 September 2020): “Dengan memproduksi produk kita sendiri, kita bisa setara dengan negara lain. Kita bisa bekerjasama dengan Amerika Serikat, China, Jepang, dan Korea Selatan tanpa kehilangan identitas kita. “).

Menurut Andy, Indonesia merupakan negara agraris besar dengan kekayaan berlimpah, seperti pohon kopi yang sering dianggap sebagai kopi terbaik, dan masih banyak sumber daya alam lain yang dikenal sebagai sumber daya alam berkualitas tinggi. Ia mengatakan bahwa kayu putih di Indonesia mungkin merupakan tanaman terbaik di dunia. — Sebagaimana dijelaskan Andi, tanaman kayu putih telah lama menjadi bahan dasar minyak sehat. Faktanya, banyak orang telah mencoba mempelajari potensi ramuan ini untuk membantu melawan infeksi virus dan bakteri. Oleh karena itu, masyarakat harus menanggapi dan mengkomunikasikan ide-ide yang baik dengan bijak dan memeriksa data.

“Karena ada sedikit komentar bahwa tanaman ini (kayu putih) berpotensi menghambat virus dan bakteri tertentu. Termasuk keluarga Coronavirus. Sekarang perlu kita pahami bahwa ia sedang menangani SARS-Cov-2.” Ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. , Dan bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait. Sekali lagi, saya sangat mendukung. Dia berkata: “Kita perlu mendorong bentuk inovasi ini dalam kerangka kerja layanan berbasis penelitian. Dalam hal ini Riyanni Djangkaru mantan pembawa acara TV Pasà Pas juga mengomentari inovasi penelitian kayu putih. Raiani mengatakan bahwa tanaman ini memang tanaman purba dan sudah terbukti kesehatannya. — “Saya suka memakai masker, karena saya harus memakai masker, dan saya juga harus memakai masker untuk beberapa minyak esensial lainnya. Fungsi anti-virus. Oleh karena itu, saya percaya pada penelitian Kementerian Pertanian. Penelitiannya sangat ilmiah, dan penelitiannya juga sangat mencukupi, ”ujarnya. Sehingga banyak orang yang percaya bahwa pengobatan modern lebih baik daripada yang disebut jamu.

“ Pengetahuan di dunia Timur biasanya dianggap bertentangan dengan kepercayaan dan fakta dunia Barat. Dalam situasi pandemi seperti ini, dukungan masyarakat terhadap gaya hidup alternatif, ia menyimpulkan: “Hari ini, tanpa mengurangi kesepakatan kesehatan yang telah ditetapkan.” Sebagai referensi, Kementerian Pertanian telah bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk penelitian dan pengembangan. pembelajaran. Dalam kerja sama ini, Kementerian Pertanian berencana melakukan standarisasi produk-produk inovatif melalui izin pemberian izin untuk produk Kementerian Pertanian (yaitu PT Eagle Indopharma).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *