Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah telah berdialog dengan Forum Perdana Menteri Indonesia (IRF) tentang konten UU Cipta Kerja. Di bawah kepemimpinan Ketua FRI dan Ketua IPB Arif Satria, hadir 24 Perdana Menteri dari PTN dan Swasta. Dialog hampir digelar di Jakarta pada Minggu malam (11 Oktober 2020).

Dalam forum ini, Menteri Tenaga Kerja menjelaskan secara detail masalah ketenagakerjaan yang disalahpahami oleh masyarakat. Mulailah dengan kontrak kerja, outsourcing, pesangon, upah minimum, jam kerja dan masalah tenaga kerja asing.

Menteri Sumber Daya Manusia juga menjelaskan alasan perlunya “UU Cipta Kerja” dalam rangka meningkatkan persaingan global. , Ini membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Sementara itu, tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia masih terendah di Asia, yakni 74,8. Bahkan rata-rata tingkat produktivitas negara-negara Asia telah mencapai 78,2.

Dalam forum diskusi yang ramai, Dr. Karomani, Presiden Universitas Lampung (Unila), memberikan sambutan yang menarik. Ia mengatakan UU Cipta Kerja bukanlah kitab suci, sehingga penerapannya dapat ditingkatkan melalui regulasi pemerintah. Bahkan untuk pengujian material. Penanggung jawab Unila menyatakan: “Mari kita patuhi undang-undang penciptaan lapangan kerja melalui pertukaran akademis dan terbuka sehingga sesuai dengan harapan kita bersama.” Perdana menteri juga menghargai keputusan menteri untuk melakukan dialog terbuka dengan para sarjana. Menurut FRI, baru kali ini kepala sekolah diajak berdiskusi secara mendalam tentang hukum penciptaan lapangan kerja. Presiden IPB, UGM, UTI, Perbanas, Unand Padang, Untan, Unesa, Stikes Mitra Keluarga, UNG, UNP, Unimal, ITB-AD, ISBI Bandung, UNP Padang, Presiden Telkom University, Dekan Institut Teknologi Pos UTI Forum Perdana Menteri sedang dibahas. , Kepala Sekolah Unsrat, Unbraw Malang, Unila, Univ. Al Ghifari Bandung dan Universitas Pertamina. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *