Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membenarkan bahwa pernyataan Tito Karnavian tentang teori terbaik pembakaran jenazah Covid-19 dinilai belum lengkap. Mendagri mendampingi Mendagri di Ambon mendampingi Menko Polhukam pada acara yang digelar di Ambon (20/7/2020) itu. “Pernyataan Mendagri sudah dipotong-potong, dan beberapa bagian media tidak Pernyataan tersebut dikutip secara keseluruhan sehingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, ”kata Bakhtier.

Baca: Kasus Hilangnya Makam Bekasi, Polisi Temukan Rambut di Gua

Bahtiar memberikan penjelasan lengkapnya di webinar nasional Ikatan FKUB Nasional, disusul aplikasi Zoom, Selasa ( 7/21) / 2020), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa jenazah yang terinfeksi Covid-19 dapat dibakar untuk mematikan virus.

Namun, Tito menunjukkan bahwa karena pandangan ini disesuaikan dengan keyakinan mereka, alias tidak cocok untuk semua orang. Tentu saja.

Baca: Soal perjanjian kesehatan, Tito Karnavian ngotot agar pesaing Pilkada mengorganisir pendukungnya- “kata menteri Secara teori, jika tubuh Covid terbakar maka virusnya akan mati. Namun bagi umat Islam dan agama lain hal ini tidak sesuai dengan keyakinan, sehingga pengelolaannya dikepung tanpa celah agar virus tidak menyebar atau menyebar, lalu kemudian Dikuburkan, “jelasnya. Di dalam komunitas.

Baca: Bunuh Dokter Yang Menguburkan Jenazah Tersangka Covid-19, dan Kubur 5 Tersangka di Palangka Raya

Menurut Keyakinan Pribadi, Pasien Pengguna Covid-19 Tidak Bisa Lagi Sehat Dan rencana perawatan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *