TRIBUNNEWS.COM-Guna menginspirasi pemegang IPPKH lainnya untuk segera memenuhi kewajiban restorasi DAS, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperkenalkan beberapa pemegang IPPKH dalam rangkaian webinar “Restorasi DAS” pada Senin (7/9/2020). Masyarakat langsung memilih untuk berbagi cerita, baik yang sudah memperbaiki DAS (penanaman sudah selesai) sebelum DAS pulih atau yang saling menyemangati. ——Salah satunya adalah perusahaan pertambangan di Provinsi Kalimantan Selatan yang telah mendapat persetujuan dari IPPKH dan telah menjalankan tugasnya dalam kegiatan restorasi DAS PT Adaro Indonesia.

Garibaldi Thohir, CEO PT Adaro Indonesia, menjelaskan kegiatan restorasi DAS telah dilaksanakan sejak Juni 2016 dan pembangunan perkebunan saat ini sedang dalam tahap penyelesaian. — “Melalui restorasi DAS, kami melibatkan lebih dari 400 orang, termasuk BPD Dinas Kehutanan Sela Kalimantan tan AS HL Barito, TAHURA Sultan Adam dan masyarakat sekitar dalam persiapan perkebunan, pembuatan bibit, penanaman dan perawatan tanaman dan hutan serta Peran aktif kelompok masyarakat (MPA) dalam proses pemadaman lahan (Dalkarhutla), “kata Garibaldi.

Selain itu, dalam rangkaian webinar tersebut, terdapat peristiwa penyerahan sebagian hasil restorasi DAS seluas 298,36 hektare kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dilakukan oleh PT Adaro Indonesia di Tahura Sultan. Adam, Kalimantan Selain Adaro di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga langsung memperkenalkan SKK Migas-EMP Malacca Strait SA dengan penanaman 592 hektar lahan. Saat ini, SKK Migas berterima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas dukungan penuh dari SKK Migas dan subkontraktor koperasi migas dalam penerbitan IPKKH, serta terus mendukung dan membantu mereka memenuhi kewajiban IPPKH. -Kepala SKK Migas yang diwakili perwakilan business support Sulistya Hastuti Wahyu mengatakan, saat ini terdapat 19 lokasi yang bekerjasama dengan 12 koperasi kontraktor untuk kegiatan restorasi DAS, dengan luas total ± 6.034,18 hektar. Masyarakat di sekitar lokasi restorasi DAS selalu perlu dilibatkan, tidak hanya untuk memperhatikan dan melindungi lingkungan, tetapi juga diharapkan partisipasi masyarakat sekitar dapat membantu mereka secara finansial mengatasi kesulitan ekonomi akibat bencana Kovic pada pandemi -19. Kata Sulistya. -Pada saat yang sama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutannya menegaskan bahwa pada tahun 2020, seluruh pemegang IPPKH harus memanfaatkan penundaan hingga Desember 2020 untuk percepatan penanaman.

“Masa depan Konsep restorasi DAS tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki lingkungan, tetapi juga dengan memilih jenis tanaman selain tanaman hutan dan berbagai tanaman untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dia menyimpulkan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *