TRIBUNNEWS.COM, Surabaya-Dalam rangka mengkoordinasikan dan mengevaluasi berbagai isu dan isu strategis yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang perintis transportasi laut, Badan Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan melalui Biro Angkutan dan Angkutan Laut menyelenggarakan Koordinasi Nasional Penyelamatan dan Angkutan Laut 2020. Konferensi .

Rapat koordinasi nasional ini akan dilaksanakan di Wyndham mulai 7 Juli hingga 9 Oktober 2020. Tema 3 hari Hotel Surabaya adalah “Transportasi Perintis sebagai daerah tertinggal, terpencil, paling Pelopor dalam penyediaan jasa transportasi di daerah pinggiran dan perbatasan untuk menjalin konektivitas dan menjaga keutuhan NKRI.Seperti diketahui, angkutan perintis maritim telah dilakukan sejak zaman dahulu kala. Kementerian Perhubungan telah menyelenggarakan 110 jalur angkutan perintis laut pada tahun ini, dimana 45 trayeknya Penyelesaiannya melalui mekanisme alokasi PT. PELNI (Persero), dan 65 rute diselesaikan oleh pihak swasta melalui tender umum, kata R. Agus H Purnomo, General Manager Angkutan Laut, dalam sambutannya di video conference. Diantara para pionir, Transportasi laut akan mampu mencapai tujuan yang diharapkan antara lain mampu menghubungkan daerah tertinggal dan / atau daerah terpencil, batas terluar yang belum berkembang dengan daerah maju atau maju, dan daerah dengan moda transportasi lain yang tidak sesuai. Keterkaitan dengan kawasan penghubung. Angkutan niaga belum diuntungkan dari kegiatan angkutan laut, angkutan sungai dan danau atau operator angkutan penyeberangan. Agus mengatakan: “Jembatan penyeberangan Abu Zai tahun ini membantu mobilisasi penumpang dan menghubungkan Indonesia Berbagai pulau. Selain itu, kata Argus, oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus bekerja keras melakukan evaluasi dan koordinasi agar Dinas Angkutan Perintis dapat berfungsi lebih baik, rapi, tertib, selamat dan lancar.

Sementara itu, Direktur Departemen Perhubungan Anthony · Kapten Arif Priadi, Magister Sains Seperti yang dikatakan ketua panitia dalam laporannya, maksud dan tujuan diadakannya musyawarah nasional ini adalah untuk mengoptimalkan efisiensi pelayanan dan jaringan jalur perintis serta memberikan solusi Menyelesaikan permasalahan terkait pengoperasian kapal perintis dan mendapatkan kontribusi semua pihak terkait dengan peningkatan pelayanan transportasi.Untuk samudra perintis bagi penduduk daerah yang masih terbelakang, terpencil, terluar, perbatasan dan tertinggal. Terus bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk Menjadikan 3TP, daerah tertinggal, terpencil dan terluar serta keterhubungan antar masyarakat di daerah perbatasan meningkatkan dan meningkatkan perekonomian, serta menjadi daerah baru yang akan memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan.Indonesia Republik Indonesia berkat adanya pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Senantiasa mendukung peningkatan kondisi perekonomian masyarakat, yang dituangkan dalam laporan ketua panitia: “Anthony Ce Rakornis berkomitmen untuk memperkuat kerjasama antara kantor pusat dan UPT pemerintah daerah dan pejabat Direktorat Angkutan Laut dan berpengalaman serta berpengalaman Dialog antar operator kapal perintis yang menangani berbagai persoalan transportasi Laut Perintis. -Mengenai masalah transportasi Laut Perintis saat ini.Untuk pandemi Covid-19 yang belum tuntas, semua metode transportasi perlu diadopsi untuk meningkatkan kesehatan. Mendesak pelayanan penumpang (termasuk Kapal Perintis) untuk selalu menerapkan prosedur operasi standar (SOP) dalam pengawasan mesin. Perubahan transportasi laut selama pandemi Covid-19.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *