Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah melakukan dialog virtual dengan Forum Perdana Menteri Indonesia (IRF) tentang konten Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja di Jakarta. -Dalam kesempatan ini, hadir dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh rektor 24 PTN dan swasta yang dipimpin oleh Presiden FRI dan Presiden IPB Arif Satria. “UU Cipta Kerja” yang baru saja disahkan DPR menjadi undang-undang (UU).

Pertama, lakukan pekerjaan mobilisasi lapangan di negara lain. Kedua, dibandingkan dengan negara lain, daya saing pencari kerja relatif rendah. Ketiga, jumlah pengangguran / pengangguran akan meningkat Keempat, Indonesia terjebak pada middle income trap.

Selain itu, Menteri Ketenagakerjaan juga menjelaskan secara detail kesalahpahaman masyarakat terhadap UU Cipta Karya. . -Ketua FRI dan Presiden Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menyambut baik kehadiran President’s Forum dan Government Forum untuk memahami isi undang-undang penciptaan lapangan kerja. Dia berkata: “Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi perdana menteri untuk memberikan pendapat kepada pemerintah tentang substansi dan aspek hukum dari Undang-Undang Penciptaan Ketenagakerjaan.” – Dialog dengan perdana menteri berlangsung hangat dan tegas. Kepala sekolah memuji langkah Maynac untuk menjalin hubungan dengan kampus melalui kepala sekolah.

Menurut mereka, ini pertama kalinya kepala sekolah diundang untuk membahas secara detail esensi undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja dan mengklarifikasi banyak kesalahan yang beredar luas. — Perdana menteri juga meminta Republik Demokratik Rakyat untuk secara resmi mengajukan undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja kepada pemerintah. Mereka juga harus menerimanya.

“Dengan adanya UU Cipta Kerja, kami berharap dapat mengubah struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja,” jelas Menaker Ida.

Belum lagi, ada 7,05 juta penganggur pada 2019, dan 3,5 juta penganggur akibat pandemi Covid-19. -Selain Perdana Menteri IPB, UGM, UTI, Universitas Al-Azhar, Unessa, Perbanas, Unand Padang, Perdana Menteri Untan, Ketua Miike Keluarga STIKES, UNG, UNP, Unimal, ITB-AD, ISBI Bandung, UNP Padang, Universitas Telekomunikasi, Direktur Poltek Pos, UIN Jakarta, Rektor Unsrat, Un braw Malang, Unila, Universitas. Al Ghifari Bandung dan Universitas Pertamina. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *