Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Panitia X Wakil Ketua DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparerkraf) untuk mengembangkan potensi desa wisata Indonesia yang selama ini belum mendapat perhatian pemerintah. Pendapat tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan anggaran dengan Menparekraf Wishnutama Kusubandio pada Rabu (23/9/2020) di Gedung DPR Senayan, Jakarta. Fikri mengatakan: “Kita tidak boleh kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan pariwisata setelah pandemi melanda.” Menurut Fikri, orang asing selama ini hanya menunjuk pada wisata pedesaan baru di Indonesia. Politisi dari PKS tersebut merujuk pada empat desa wisata di Indonesia, yaitu Desa Pemutlan (Bali), Desa Benglipuran, Desa Wisata Bali (Yogyakarta), dan Yogyakarta. Desa. Setelah Global Green Destination Day (GGDD) versi global, Berke masuk dalam 100 destinasi teratas.

Empat desa wisata telah mencapai kesuksesan global dan perlindungan budaya melalui upaya masyarakatnya yang berjuang untuk keunggulan dalam perlindungan lingkungan dan kearifan lokal.

“Jangan meremehkan lingkungan, kita harus melakukannya. Masalah pembangunan berkelanjutan terletak pada pembangunan desa wisata lainnya.” – kata Fikri.

Fickery menekankan perlunya mengintegrasikan isu lingkungan, terutama dalam perencanaan pembangunan masyarakat pedesaan. Ia mengatakan: “Kami akan mengembangkannya dalam industri pariwisata berkelanjutan, yang akan meningkatkan tingkat pariwisata Indonesia di seluruh dunia.” Destinasi Berkualitas).

“Ini termasuk penghormatan terhadap lingkungan dan warisan budaya manusia.” Katanya. Fikri menyimpulkan dalam hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Desa, Daerah Miskin, dan Imigrasi dapat mewujudkan pembangunan desa wisata yang berkelanjutan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *