JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya pada rapat tahunan MPR RI dan rapat gabungan DPR RI dan DPD RI 2020 bahwa jika ekosistem nasional yang produktif dan inovatif tidak terbentuk, hukum yang menguntungkan, politik , Ekosistem budaya dan pendidikan. -Bekerja sama dengan seluruh sektor tanah air untuk pulih dari dampak pandemi virus Corona (Covid-19) merupakan prasyarat bagi ekosistem nasional yang produktif dan inovatif yang kita dambakan semua.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggalakkan percepatan penanganan pandemi Covid -19 melalui berbagai inisiatif yang dilakukan bekerja sama satu sama lain. -Banyak kebijakan telah diterapkan untuk memfasilitasi pemrosesan dan pemulihan. -Tidak hanya itu, meskipun dengan berbagai penyesuaian, tetap ada “Accelerated Transformation Agenda” yang mendukung presiden dan wakil presiden dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia maju.

Selama pandemi, berbagai kebijakan dan rencana dilaksanakan melalui pengurangan anggaran dan realokasi. Penanganan Covid-19 pun dilakukan dengan cepat.

Mendemonstrasikan kegiatan yang digagas oleh tentara Indonesia, seperti memobilisasi relawan nasional untuk menjadi pusat pengujian Covid-19 dan membeli peralatan medis.

Di masa sulit ini, gotong royong dilakukan gotong royong selama pandemi agar masyarakat bisa terus mengenyam pendidikan. –Menyediakan materi pembelajaran cetak melalui program TVRI Home Learning (BDR), mengoptimalkan penggunaan aplikasi Rumah Belajar, menyiapkan modul pembelajaran sesuai rencana dalam kondisi khusus, menerapkan kebijakan pembelajaran di tahun ajaran baru dan tahun ajaran saat pandemi . Bahkan dalam situasi yang sangat sulit ini, literasi, numerasi, pembentukan karakter dan pemahaman budaya masih dapat ditingkatkan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *