Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah akan memberikan subsidi bulanan kepada pekerja / buruh sebesar Rp 600.000 untuk jangka waktu empat bulan.

– Pada saat pandemi Covid-19 memberikan bantuan untuk melindungi, memelihara dan meningkatkan kapasitas ekonomi pekerja / buruh guna mendukung percepatan pemulihan perekonomian nasional. Menurut Menaker Ida, bantuan ini merupakan rencana stimulus yang akan dikoordinasikan dan dibahas pada tahun 2020 bersama Kelompok Kerja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian BUMN, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Keuangan dan BPJS Ketenagakerjaan. Semua persyaratan yaitu WNI yang bersertifikat NIK; terdaftar sebagai peserta jaminan sosial yang masih bekerja di BPJS Ketenagakerjaan dan disertifikasi dengan nomor kartu kepesertaan; dan dihitung berdasarkan gaji yang dibayarkan kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan gaji kurang dari 5 juta rupiah. Peserta dari jumlah pembayaran. Pekerja yang bekerja pada pemberi kerja selain perusahaan induk BUMN, instansi negara, instansi pemerintah (kecuali non-ASN); memiliki rekening bank yang valid; tidak termasuk dalam penerima manfaat program kartu pra-kerja; tambahnya, dan pada Juni 2020 Peserta yang membayar iuran sebelumnya. Bank Nasional).

“Mekanisme pembagian pemberian subsidi upah kepada buruh adalah 600.000 rupiah. Dibayarkan setiap dua bulan selama empat bulan (2,4 juta rupiah). Artinya sekali dibayar, buruh akan mendapat 1,2 juta Subsidi rupiah Indonesia, “ujarnya. menentukan.

Menurutnya, pemerintah menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan sebagai dasar untuk memberikan bantuan subsidi secara cepat dan tepat waktu, karena data tersebut saat ini dinilai paling akurat dan lengkap sehingga bertanggung jawab dan efektif.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *