Burg, TRIBUNNEWS.COM-Rural, Wilayah Rentan dan Departemen Imigrasi (Departemen PDTT) dan Institut Pertanian Bogor (ITB) mengadakan pertemuan untuk membahas bentuk-bentuk baru dan bidang prioritas pembangunan pedesaan dalam lima tahun ke depan. Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa pihaknya sengaja bekerja sama dengan IPB karena dianggap sebagai salah satu kampus yang dapat mempromosikan pembangunan pedesaan, terutama sebagian besar penduduk desa di Indonesia adalah petani.

“Kementerian Kesehatan dan IPB tidak dapat dipisahkan karena 92,7% dari desa bergantung pada pertanian untuk mata pencaharian mereka. Kami sangat akrab dengan” IPB memiliki dasar yang kuat di bidang pertanian, “Menteri Harim di Bogor Jumat (08/05 / 2020) Didampingi oleh Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi dan beberapa pejabat senior, Halim menjelaskan apa yang sedang dipertimbangkan dan memerlukan kontak dengan para intelektual BIP untuk berhasil mengimplementasikan Rencana Pembangunan Nasional 1, yang dimulai pada tahun 202. Rencana utama dari Departemen Kesehatan PDTT meliputi pengembangan sumber daya manusia yang maju dan daya saing pedesaan, reformasi sistem jaring pengaman sosial pedesaan (JPS), pengembangan pariwisata pedesaan dan pembangunan ekonomi pedesaan .– –Julukan Menteri Gus menjelaskan bahwa selain penelitian data, pihaknya juga membutuhkan bantuan IPB di bidang penelitian untuk memaksimalkan pembangunan pedesaan. Dia menambahkan: “Tentu saja kita membutuhkan IPB, penelitian dan pengembangan pedesaan. Penelitian memberikan banyak dukungan. Tujuan pembahasan seharusnya untuk persiapan PDBD pada 2021, “tambahnya.

Selain itu, Menteri Gus juga meminta IPB untuk membantu merumuskan formula baru untuk penggunaan dana pedesaan, karena sejauh ini, karena banyak kepala desa mengeluh Formula yang dirumuskan oleh Departemen Keuangan (Departemen Keuangan) tidak valid. Dan dikeluhkan.

Sejauh ini, penggunaan dana pedesaan masih menggunakan formula tersebut, dan daerah pedesaan Indonesia memiliki banyak kategori, termasuk pengembangan, pengembangan, kemandirian dan kurang beruntung. Desa, formula yang berbeda begitu diperlukan- “” Mulai sekarang, kami akan meminta untuk diundang untuk berdiskusi, kami akan mengusulkan konsep, dan kemudian mengirimkannya ke Kementerian Keuangan, kami akan mengomunikasikan masalah terkait dengan formula yang saat ini diterapkan, “pungkasnya. Mengatakan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *