TRIBUNNEWS.COM-Badan Pemeriksa Keuangan merilis Laporan Hasil Audit (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2019. Alhasil, KLHK kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). — Artinya KLHK telah mencatat tiga kali sejarah selama tiga tahun berturut-turut dan mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). -Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meraih prestasi yang sama pada laporan keuangan 2017 dan 2018.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah sebuah pekerjaan. “Lingkungan dan Kehutanan berupaya menjaga ketertiban dan kepatuhan dalam pengelolaan keuangan nasional. -Pendapat instalasi pengolahan limbah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan langsung dialihkan ke LHK oleh anggota IV BPK-RI selaku Kepala Auditor Isma Yatun. Menteri Siti Nurbaya Bakar di Akti, Jakarta Gedung Manggala Wanab digelar Selasa (21/7/2020) .

Baca: Gakkum KLHK tangkap Direktur PT BCM atas kasus illegal logging di Papua

Terima kasih Menteri Siti dan berhasil membela CAP Pendapat pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, “kata Isma.

BPK menunjukkan kualitas laporan keuangan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. BPK-RI melakukan audit laporan keuangan tahunan untuk memberikan opini atas penyajian laporan keuangan secara wajar.

Pendapat tersebut merupakan pernyataan profesional BPK-RI atas kewajaran informasi yang diberikan dalam laporan ini. Laporan keuangan.

“Pendapat WTP tidak mudah didapat. Diperlukan sistem akuntansi yang baik dan memiliki komitmen yang kuat kepada pimpinan dan pengelola keuangan yang cakap. Terima kasih atas komitmen Anda terhadap transparansi dan komitmen Menteri Siti dan jajarannya. Janji akuntabilitas, “kata Isma.

Baca: Pengembangan pariwisata Taman Nasional Komodo Pulau Rinca akan bekerjasama dengan KLHK-Siti Nurbaya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan dalam sambutannya bahwa sejak awal KLHK dan BPK-RI telah berkomitmen dan bekerja sama untuk Capai proses peninjauan yang sehat.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *