JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pemuda dan Olahraga (Mong Pola) Zainudin Amali bertemu dengan Paskibraka Nasional 2020 di Wisma Menpora, Kemenpora, Jakarta pada Selasa (18/8/2020). Sertifikat diberikan kepada 8 anggota Paskibraka yang digelar di Istana Negara dalam rangka HUT RI ke-75. Dengan mengikuti kesepakatan luar biasa. Pada akhirnya saudara-saudari muda harus bersyukur karena terpilih kembali. “Kata Membola dalam pidatonya.” Membola juga bangga dengan mereka yang tampil baik. Menteri Pemuda dan Olahraga juga berpartisipasi dalam upacara pengibaran dan penurunan bendera virtual yang diadakan di Rumah Menpora dan berbagi beberapa cerita. – “Terus terang saya sangat bangga. Saya menghadiri upacara (Wisma Menpora) di sini kemarin, dan saya menjaga adik-adik saya setiap pagi dan sore,” katanya. Ada yang salah. Tapi setelah itu, semua orang berperilaku sangat baik dan sempurna di bawah kepemimpinan pelatih dan lainnya, “tambahnya.

Menurut Menpola, sangat jarang kembali ke Paschi Braka, dan Sungguh pengalaman yang luar biasa. Kesempatan untuk terus mengembangkan Menpora di Indonesia telah menjadi sebuah cerita dalam kehidupan mereka.

“Ini adalah pengalaman luar biasa yang tidak dapat dialami oleh orang lain. Delapan orang terpilih tahun ini, itu Anda. Kami harus bersyukur karena kami mengingatkan Anda pada tahun ini. Anda adalah orang yang hebat dan hebat. Menpora mengatakan: “Orang Luar Biasa.” Kedelapan anggota Timnas Paskibraka 2020 akan kembali ke daerah masing-masing besok pada upacara HUT RI ke-75 yang digelar di Istana Sidang Negara. Menpora juga mengirimkan pesan kepada orang-orang tersebut. Siapa yang melakukannya dengan baik.

“Atas nama pemerintah, saya ingin mengucapkan terima kasih dan terima kasih kepada Anda. Anda akan menyelesaikan tugas ini dengan itikad baik dan kembali ke daerah Anda besok. Maksud saya, Anda adalah orang yang hebat dan luar biasa. Saat Penpora berharap dapat kembali ke daerahnya masing-masing pada Rabu (19 Agustus 2020), Mampola pun berharap kedelapan anggota Paskibraka menjadi pelopor di daerahnya masing-masing. Dan itu harus Mampu mengkomunikasikan perjanjian kesehatan kepada masyarakat.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *