Amsterdam TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menghormati hak Pemerintah Kabupaten Jember di Jawa Timur untuk mengutarakan pendapat di pleno terkait proses politik pemakzulan Bupati Jember Faida.

“Kementerian Dalam Negeri menghormati proses politik yang terjadi di Kabupaten Jember sebelum Mahkamah Agung (MA) mengambil keputusan,” kata Pusat Informasi Bahtiar Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen), Kamis (23/7/2020). : Kementerian Dalam Negeri menelusuri dan melaksanakan kompetisi inovasi daerah untuk beradaptasi dengan perubahan baru – tidak hanya itu, keputusan bersama pada rapat paripurna DPRD juga akan diteruskan ke Mahkamah Agung untuk diuji materi dan bukti untuk membuktikan apakah pemberhentian Bupati James sudah cukup. Oleh karena itu, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri juga menghormati prosedur hukum yang berlaku saat ini.

“Nanti dia bilang akan diadili di Mahkamah Agung. Kami tinggal menunggu prosedurnya. Intinya, kami menghormati prosedur politik dan hukum yang sedang berjalan,” jelas Bahtiar.

Selama ini Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan pedoman kebijakan di Kabupaten Jember.

Baca: Kementerian Dalam Negeri dan Kemitraan tandatangani nota kesepahaman tentang reformasi pemerintahan

Seperti kita ketahui bersama, Kabupaten Jember belum memiliki Perkada di APBD, hanya Perkada di APBD, sehingga Gubernur Jawa Timur harus membantunya Persetujuan Perkada atas APBD. Ia mengatakan: “Tidak hanya itu, Kementerian Dalam Negeri juga telah menegaskan peran gubernur sebagai pusat pemerintahan W Akil, mendorong peninjauan sesuai dengan SPT gubernur, dan segera melaporkan hasil peninjauan, serta mendorong tim peninjau untuk mempertimbangkan bansos sebagai kajian Sesuai tahapan dan tenggat waktu yang ditetapkan peraturan perundang-undangan, Kabupaten Jember yang belum mencapai kesepakatan bersama dengan Perda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020 dapat dikenakan sanksi.Sebuah tim yang terdiri dari Gubernur Jawa Timur akan memberikan administrasi setelah menerima hasil pemeriksaan. Pelanggaran di atas. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *