Bekasi TRIBUNNEWS.COM-Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengunjungi rumah 4 pekerja / pekerja penerima program bantuan subsidi upah di Chikalang, Jawa Barat, Kamis (9/9/2020). Kedatangan Menaker Ida terhalang antusias oleh para pekerja.

Usai bertemu dengan penerima bantuan subsidi upah, Menaker Ida menyampaikan bahwa para pekerja yang diinspeksi menerima program BSU pada 7 Agustus 2020. Para pekerja ini adalah penerima upah. Bersubsidi dan menjadi kontributor BPJS Ketenagakerjaan sejak usia 10 tahun.

Menurut Menteri Tenaga Kerja, satu atau lebih pekerja yang ia kunjungi hari ini sebagian besar mendapat manfaat dari bantuan subsidi upah. Mereka berterima kasih kepada pemerintah karena bantuan subsidi gaji ini sangat membantu kehidupan mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menteri Tenaga Kerja Ida mengungkapkan kepada Menteri Tenaga Kerja Ida bahwa pandemi Covid-19 memaksa mereka untuk bekerja di perusahaan yang terkena dampak, sehingga terpaksa memangkas produksi dan melakukan penyesuaian upah.

“Jadi mereka tahu betul, mengenal BUMN dengan baik, dan setuju dengan syarat ini. Begitu ada rencana BSU, mereka bersyukur karena setidaknya (bantuan) bisa menebus sebagian hilangnya gaji akibat Covid-19,” Menaker Kata Ida-Selain itu, Menaker Ida menjelaskan, pihaknya menerima 11,80 juta calon penerima tunjangan gaji / gaji BPJS Ketenagakerjaan. Untuk detailnya, Kementerian Ketenagakerjaan telah menerima 2,5 juta data di tahap pertama, 3,5 juta data di tahap kedua, dan 3 juta data di tahap ketiga. Saat ini, pendistribusian subsidi upah di tiga tahap tersebut sudah berjalan.

Untuk tahap keempat, Menaker Ida mendapatkan 2,8 juta calon penerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan (Rabu, 16/9/2020). Pihaknya akan segera melakukan pengecekan data dalam waktu maksimal empat (empat) hari kerja untuk melihat relevansi data yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Seperti kita ketahui bersama, tujuan pemerintah adalah menetapkan distribusi BSU sebesar 15.725. 232 pekerja per langkah. Besaran yang diberikan BSU kepada pekerja adalah Rp 600.000. Itu didistribusikan setiap dua bulan selama empat bulan (total 2,4 juta rupee).

“Pekerja yang berhak mendapat BSU adalah pekerja yang memenuhi persyaratan sebagai berikut, seperti yang gajinya kurang dari Rs 5 juta dan menjadi, katanya:“ Berpartisipasi aktif dalam kepegawaian BPJS. “

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *