TRIBUNNEWS.COM-Sebagai bagian dari peringatan 75 tahun berdirinya Indonesia dan kebiasaan baru pandemi Covid-19, Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut Departemen Manajemen Pelabuhan (UPP) Anggrek II bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan layanan pelabuhan.

Layanan ini dirancang untuk mendukung pengangkutan 12.000 ton jagung dan 11.700 ton molase jagung ke pelabuhan Angrik di Desa Yilangata, Desa Yilangata, Kecamatan Angkor, Kabupaten Gorontalo, Filipina utara. Memperhatikan dan menerapkan protokol sanitasi. Bandara-Berbagai persiapan disediakan untuk mendukung kegiatan ekspor jagung dan tetes tebu (molasses) di pelabuhan Angrik, seperti jasa reparasi kapal dan penanganan kargo. Kami melihat itu hanya dalam 4 hari. Seluruh pelabuhan terkait telah mencapai kesuksesan bersama pada tahap awal, dan mereka berkomitmen untuk mendukung peningkatan dan peningkatan layanan pelabuhan Anggrek, ”kata Aref A. gustian, Kepala Kantor Unit Pengelola Pelabuhan Maud Anggrek II.

“Terima kasih kepada pelabuhan Anggrek Gorontalo atas penghapusan 12.000 ton jagung dan 11.700 ton molase. Kapal berkapasitas besar tersebut berjalan lancar tanpa ada kendala.” Tentang periode baru ini, biasanya saat pandemi Covid-19, sejak 2020 Sejak Juni 2008, sebanyak 30.400 ton jagung telah diekspor, dengan empat hingga empat pengapalan. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Direktur Bappenas mengeluarkan laporan ekspor jagung dan molase (tetes tebu) ke Pelabuhan Angrik melalui Pelabuhan Anggrek ke Filipina. aktivitas. Suharso Monoarfa dan Gubernur Gorontalo, Bupati dan Walikota Indonesia, anggota Forkopimda dan O PD Gorontalo ) Banyak pejabat tingkat kementerian dan pemimpin provinsi hadir. Bertekad untuk menambah dua unit navigasi ke koridor transportasi. -Pelabuhan Anggrek di bagian utara Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu pintu gerbang impor dan ekspor barang, termasuk ekspor hasil pertanian yang terbuat dari jagung. Jagung merupakan komoditas berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor.Tebu juga menjadi pemimpin di Gorontalo. Salah satu komoditas utama ekspor selain bubuk dan produk kopra putih. -Selain itu, “Kami akan terus bekerja keras membantu dan mendukung rencana pemerintah mengekspor hasil pertanian untuk memajukan pembangunan pertanian di Gorontalo. Penjelasan singkat.

Sebagai referensi, kecuali untuk impor dan ekspor barang, Ada juga kegiatan bongkar muat pupuk, semen dan peti kemas, yang ditambahkan ke kegiatan lain. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *